Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Satgas PPKS Itera Buat Modul dan POS Terbaru Tangani Kekerasan Seksual
Ilustrasi pelecehan seksual terhadap perempuan. (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Satgas PPKS Itera membuat modul dan POS penanganan kekerasan seksual di kampus, mengacu pada peraturan Mendikbudristek.
  • Layanan Satgas PPKS Itera akan disesuaikan dengan SOP terbaru untuk meningkatkan fleksibilitas pengaduan dan konsultasi korban.
  • SOP mencakup pencegahan oleh institusi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa serta upaya edukasi melalui buku panduan dan aplikasi pengaduan online.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Selatan, IDN Times - Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Institut Teknologi Sumatera (Itera) membuat modul terbaru dan prosedur operasional standar (POS) penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Ketua Satgas PPKS Itera, Winati Nurhayu mengatakan, sedang menyusun panduan penanganan kekerasan seksual mengacu pada peraturan Mendikbudristek. Menurutnya, ada 26 bentuk kekerasan seksual sering terjadi, termasuk catcalling, siulan, pengiriman konten tidak senonoh, hingga tindakan fisik yang tidak pantas.

“Data korban bersifat rahasia dan hanya diketahui oleh tim Satgas PPKS. Kami bekerja sesuai mandat untuk memberikan rekomendasi penanganan yang terbaik bagi korban,” ujar Winati, Selasa (26/11/2024).

1. Meningkatkan fleksibilitas pengaduan

Ilustrasi korban pelecehan seksual dan dibungkam (pinterest.com)

Disampaikan Winati, sebagai langkah pembaruan, layanan Satgas PPKS Itera akan terus disesuaikan dengan SOP terbaru untuk meningkatkan fleksibilitas pengaduan dan konsultasi, sehingga korban merasa aman dan nyaman dalam melaporkan kasusnya.

“Itera menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi seluruh sivitas akademika. Diharapkan, modul dan SOP baru ini dapat memperkuat upaya preventif dan responsif dalam menangani kekerasan seksual di kampus,” ujarnya.

2. Permudah sistem pelaporan

ilustrasi memberikan edukasi seksual (unsplash.com/Kenny Eliason)

Pembahasan modul terbaru tersebut juga diikuti Sekretaris Satgas PPKS Itera, Nurul Adhha, memaparkan prosedur operasional standar (POS) mencakup tiga fungsi utama, di antaranya, pencegahan oleh institusi, dosen dan tenaga kependidikan, serta mahasiswa.

Nurul menjelaskan, Satgas PPKS Itera juga telah melakukan berbagai upaya edukasi, seperti penyusunan buku panduan, pengembangan sistem aplikasi pengaduan online, hingga layanan berbasis kode QR untuk mempermudah pelaporan.

3. Sistem laporan responsif 24 jam

Ilustrasi lapor polisi. (iStock:NikVector)

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Itera, Prof. Khairurrijal menegaskan pentingnya menciptakan kampus yang aman, inklusif, dan bebas kekerasan seksual.

“Kampus harus menjadi tempat yang melindungi seluruh sivitas akademika. Itera berkomitmen meningkatkan edukasi dan pelayanan melalui modul terbaru serta sistem laporan responsif 24 jam,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kebijakan tegas dan SOP yang inklusif akan membantu memenuhi tujuan menciptakan lingkungan kampus yang aman. “Kami berharap survei terus dilakukan, dan Itera dapat menjadi contoh kampus yang bebas dari kekerasan seksual,” tambahnya.

Editorial Team

Related Article