Ribuan Kendaraan Logistik Menumpuk, Petruk Bakauheni Curhat ke Menhub

- Petruk Bakauheni meminta Menhub memberi diskresi pembatasan kendaraan logistik saat arus balik Lebaran agar distribusi kebutuhan pokok tidak terhambat di pelabuhan.
- Ribuan truk logistik masih tertahan di kantong parkir luar pelabuhan, sementara sopir mengeluhkan lamanya waktu tunggu kapal akibat pembatasan akses masuk.
- Edi Mahajaya Putra mengapresiasi pelabuhan alternatif yang membantu mengurai kepadatan, namun menilai kapasitas angkut kapal masih terbatas untuk menampung seluruh kendaraan muatan.
Lampung Selatan, IDN Times - Persatuan Pengurus Truk (Petruk) Bakauheni meminta Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Dudy Purwagandhi memberikan diskresi terkait kebijakan pembatasan terhadap kendaraan muatan selama arus balik Lebaran 2026/1447 Hijriah.
Ketua Persatuan Pengurus Truk Bakauheni, Edi Mahajaya Putra mengatakan, permintaan tersebut telah disampaikan langsung kepada Menteri Perhubungan saat menyambangi kawasan Pelabuhan Bakauheni.
“Kami meminta kebijaksanaan agar bisa fleksibel. Saat pelabuhan ASDP sudah lenggang, biasanya di atas jam 1 malam, kami harap ada kebijakan membuka tiket walaupun dengan hitungan jam,” ujarnya dimintai keterangan, Jumat (27/3/2026).
1. Ada ribuan kendaraan logistik masih tertahan

Menurut Edi, kebijakan tersebut penting agar distribusi logistik, terutama kebutuhan pokok seperti sembako dan hasil pertanian tidak terhambat terlalu lama di kantong-kantong parkir pada pelabuhan alternatif.
Pasalnya, ribuan kendaraan logistik hingga kini masih tertahan di sejumlah titik penampungan di luar kawasan pelabuhan. Bahkan jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan unit.
“Sekarang ini sudah banyak tertahan di kantong-kantong parkir di luar. Bisa ribuan kendaraan,” katanya.
2. Sopir keluhkan waktu tunggu kapal

Edi melanjutkan, keluhan utama para sopir truk sejauh ini ialah lamanya waktu tunggu naik kapal akibat pembatasan akses masuk ke Pelabuhan Bakauheni. Oleh karenanya, para pengemudi berharap ada kelonggaran saat kondisi pelabuhan tidak padat.
“Keluhan mereka ya minta kebijakan saat ASDP sepi, mereka bisa masuk. Jadi fleksibel saja,” jelasnya.
3. Apresiasi pelabuhan alternatif, tapi kapasitas terbatas

Merujuk permintaan tersebut, Edi tetap mengapresiasi upaya pelabuhan alternatif seperti BBJ, Wika Beton, dan PT SMA yang telah membantu mengurai kepadatan kendaraan logistik selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Namun ia menilai, kapasitas angkut kapal di pelabuhan-pelabuhan tersebut masih belum mampu mengakomodasi seluruh kendaraan muatan yang hendak menuju Pulau Jawa.
“Buffer zone memang luas, tapi daya angkut kapal masih kurang maksimal, jadi belum bisa mengangkut semua kendaraan,” katanya.
Maka dari itu, ia berharap ada kebijakan hingga akhir Maret. Langkah itu penting untuk memastikan distribusi logistik tetap berjalan lancar seiring berakhirnya masa cuti bersama Lebaran.
“Cuti bersama sudah selesai, aktivitas pemerintahan dan ekonomi harus segera berjalan. Jadi logistik juga harus tetap lancar,” tegas dia.
















