Potensi Angin Kencang, BMKG Lampung Imbau Waspada Kemunculan Gusty

- BMKG Maritim Lampung imbau masyarakat waspada angin kencang di sebagian besar wilayah Provinsi Lampung, terutama daerah pesisir dan lautan.
- Angin kencang disebabkan tekanan tinggi di Barat Australia dan pusat tekanan rendah 992hpa di wilayah Utara Filipina, berlangsung hingga awal Agustus 2024.
- Masyarakat diminta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem akibat angin kencang, termasuk kemungkinan kemunculan Gusty dengan perubahan kecepatan angin mendadak.
Bandar Lampung, IDN Times - Stasiun BMKG Maritim Lampung mengimbau masyarakat mewaspadai potensi angin kencang meningkat di sebagian besar wilayah Provinsi Lampung, khususnya pada daerah pesisir dan lautan.
Prakirawan BMKG Maritim Lampung, Eka Suci Puspita mengatakan, kondisi angin kencang ini diperkirakan akan melanda sebagian besar wilayah Lampung hingga awal Agustus 2024.
"Secara garis besar angin kencang meningkat merata di wilayah Lampung, tapi memang untuk daerah pesisir dan lautan angin akan terasa lebih tinggi," ujarnya dikonfirmasi, Kamis (25/7/2024).
1. Adanya tekanan tinggi

Eka menjelaskan, angin kencang terjadi di wilayah Lampung ini disebabkan karena adanya tekanan tinggi di Barat Australia dan pusat tekanan rendah 992hpa di wilayah Utara Filipina.
Kondisi demikian menyebabkan peningkatan kecepatan angin di wilayah Lampung, karena adanya perbedaan tekanan secara signifikan.
"Termasuk di Bandar Lampung juga ikut terdampak lebih adanya angin kencang dikarenakan juga dekat dengan wilayah pesisir laut," ucapnya.
2. Angin kencang konsisten terjadi di Pesisir Timur, Barat, serta Tanggamus

Eka melanjutkan, kondisi angin kencang serupa diperkirakan akan terus berlanjut hingga seminggu ke depan atau berlangsung sampai awal Agustus 2024. Namun intensitasnya akan berkurang di bagian teluk Lampung.
"Untuk wilayah pesisir lainnya masih berpotensi peningkatan kecepatan angin seperti di Pesisir Timur, Barat, serta Tanggamus," jelasnya.
3. Waspada angin Gusty

Seiring dengan kondisi prakiraan tersebut, Eka meminta masyarakat, khususnya tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir Lampung untuk dapat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem akibat angin kencang.
Termasuk mewaspadai kemunculan Gusty, angin bertiup secara mendadak dengan perubahan kecepatan angin meningkat atau lebih dari rata-ratanya diatas 10 knot.
"Seperti kemarin baru saja, ada aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Panjang dihentikan karena angin kencang," tandasnya.



















