Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polda Lampung Kerahkan 15 Personel Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Tim Basarnas yang mencari 5 Jurnalis yang hilang. (Dok. Basarnas)
  • Polda Lampung mengerahkan 15 personel Brimob, Polairud, dan Samapta dalam dua tim untuk mencari lima jurnalis hilang bersama Basarnas dan TNI AL di Selat Sunda.
  • Tim gabungan mempersempit jalur penyisiran berdasarkan pencarian sebelumnya, sementara operasi harian tetap mengutamakan keselamatan personel karena kondisi perairan berubah-ubah.
  • Polda Lampung juga siaga menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, membagikan masker di pesisir, serta mengimbau nelayan dan wisatawan mematuhi batas aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN TimesPolda Lampung mengerahkan 15 personel guna mencari lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda untuk memperkuat operasi pencarian bersama Basarnas dan TNI AL.

Belasan personel tersebut berasal dari Brimob, Polairud, dan Samapta. Mereka dibagi dalam dua tim untuk menyisir area yang diduga menjadi lokasi keberadaan kelima jurnalis.

Kapolda Lampung, Irjen Helfi Assegaf mengatakan, pencarian dilakukan dengan mempersempit jalur berdasarkan hasil penyisiran sebelumnya

"Kita ada dua tim. Ada yang dari Brimob, dari Polair, Samapta, bersama-sama gabung sama Basarnas dan teman-teman Angkatan Laut," katanya, Kamis (10/9/2026).

1. Jalur pencarian dipersempit

Aktifitas GAK. (Dok. Pemprov Lampung)

Helfi mengatakan, tim gabungan kini memfokuskan penyisiran pada sejumlah area yang dinilai memiliki kemungkinan keberadaan kelima jurnalis.

"Untuk melakukan pencarian di area yang diduga tempat para korban berada di jalur-jalur itu. Nah, jalurnya dipersempit kemarin, mudah-mudahan ada hasil," ujarnya.

Pencarian dilakukan setiap hari. Namun, kondisi perairan yang berubah-ubah membuat keselamatan personel menjadi perhatian selama operasi berlangsung.

"Kondisi di sana saat ini naik turun, sehingga perlu antisipasi jangan sampai nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kepada tim kita. Tapi terus kita lakukan pencarian setiap hari," jelas Helfi.

2. Polda juga antisipasi dampak erupsi GAK

Gambar aktifitas GAK. (Dok. Pemprov Lampung)

Di sisi lain, Polda Lampung masih melakukan operasi kemanusiaan untuk mengantisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Jajaran Polres di wilayah terdampak diminta tetap siaga. Polisi juga menyalurkan bantuan masker kepada masyarakat di kawasan pesisir yang terdampak abu vulkanik.

"Kita saat ini memang masih operasi kemanusiaan, operasi bencana alam. Jadi semuanya siaga Polres. Kita kemarin memberikan bantuan sosial masker kepada masyarakat yang terdampak, khususnya yang terdekat di daerah pesisir," ucapnya.

Helfi mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai material vulkanik karena dapat berdampak terhadap kesehatan. "Karena memang materialnya sangat berbahaya untuk kesehatan kita," katanya.

3. Nelayan dan wisatawan diminta tak mendekati GAK

Aktifitas Gunung Anak Krakatau (GAK). (Dok. Basarnas)

Helfi juga mengimbau nelayan dan wisatawan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau hanya untuk mengambil foto.

Ia meminta masyarakat mematuhi batas aman yang telah ditetapkan pemerintah dan tidak mengabaikan peringatan terkait aktivitas gunung api.

"Kami hanya bisa menyampaikan imbauan supaya tidak dilakukan itu semua. Kalau pemerintah memberikan warning artinya ada ukuran yang tidak boleh dilanggar," tegasnya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article