Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penjualan Hewan Kurban Lampung Diklaim Naik, Domba Tembus 121 Persen
Penampakan sapi kurban bantuan Presiden Prabowo diserahkan ke Masjid Raya Al-Bakrie Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
  • Pemprov Lampung mencatat lonjakan penjualan hewan kurban 2026, dengan domba naik 121,76 persen dan sapi meningkat lebih dari 40 persen, menandakan kepercayaan tinggi terhadap ternak asal daerah ini.
  • Penurunan penjualan kambing sebesar 2,38 persen disebut akibat pergeseran preferensi masyarakat yang kini lebih memilih berkurban menggunakan sapi, kerbau, atau domba.
  • Hewan kurban asal Lampung didistribusikan ke berbagai provinsi seperti DKI Jakarta hingga Kalimantan Tengah, didukung peningkatan kapasitas peternak dan pengawasan kesehatan hewan menjelang Idul Adha.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengklaim mencatatkan penjualan hewan kuran signifikan selama momentum Hari Raya Idul Adha 2026/1447 Hijriah. Komoditas domba disebut mengalami kenaikan tertinggi hingga 121,76 persen, disusul sapi meningkat lebih dari 40 persen.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung, Lili Mawarti mengatakan, tingginya permintaan hewan kurban dari berbagai wilayah menjadi indikator kuat, bahwa kualitas dan ketersediaan ternak asal Lampung semakin dipercaya masyarakat luas.

“Provinsi Lampung terus berkontribusi besar dalam menyuplai ternak kurban ke berbagai wilayah di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa sektor peternakan Lampung memiliki daya saing dan kapasitas produksi yang baik,” ujarnya, Sabtu (30/5/2026).

1. Penjualan sapi, kerbau, domba naik, tapi kambing turun

ilustrasi kambing (pexels.com/DUYTRG TRUONG)

Berdasarkan data sementara penjualan ternak kurban antarprovinsi dan antarkabupaten/kota di Provinsi Lampung, penjualan sapi mencapai 60.429 ekor atau meningkat 40,15 persen pada 2026 dibanding 2025 yang hanya tercatat sebanyak 43.116 ekor.

Sementara penjualan kerbau meningkat dari 242 ekor pada 2025 menjadi 337 ekor pada 2026 atau naik sebesar 39,25 persen. Peningkatan tertinggi terjadi pada komoditas domba. Pada 2025 tercatat sebanyak 1.764 ekor, sedangkan 2026 meningkat menjadi 3.912 ekor atau naik sekitar 121,76 persen.

Di sisi lain, ternak kambing sedikit menurun dari 143.335 ekor pada 2025, kini menjadi 139.917 ekor tahun ini atau turun sebesar 2,38 persen.

"Provinsi Lampung kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu lumbung ternak nasional, dengan meningkatnya permintaan dan penjualan hewan kurban pada 2026," kata Lili.

2. Penurunan katena pergeseran preferensi berkurban

Tim monitor melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban di Provinsi Lampung. (Dok. Disnakkeswan Lampung)

Merujuk data tersebut, Lili melanjutkan, penurunan penjualan terhadap komoditas hewan ternak kambing dimungkinkan terjadi, karena adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam pelaksanaan kurban.

“Penurunan kambing dapat disebabkan karena sebagian masyarakat mulai beralih melakukan kurban menggunakan sapi, kerbau maupun domba,” sebutnya.

Selain itu, data tersebut diperoleh dari data lalu lintas ternak antarprovinsi serta data Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Wilayah Lampung. "Jadi selain memenuhi kebutuhan ternak kurban di dalam Lampung, pengiriman hewan kurban asal Lampung juga dilakukan ke berbagai daerah di Indonesia," lanjut dia.

3. Distribusi ke DKI Jakarta hingga Kalimantan Tengah

Tim monitor melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban di Provinsi Lampung. (Dok. Disnakkeswan Lampung)

Sedangkan ternak hewan sapi, distribusi dilakukan ke Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, hingga Sumatera Selatan (Sumsel).

Sementara pengiriman kambing dan domba dilakukan ke DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, serta Kalimantan Tengah.

"Lonjakan pasokan sapi dan domba tersebut sejalan dengan meningkatnya kapasitas peternak, membaiknya sistem distribusi dan lalu lintas ternak, serta pengawasan kesehatan hewan yang semakin ketat menjelang Idul Adha," kata Lili.

4. Gandeng kemitraan peternak hingga lembaga kurban

Tim monitor melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban di Provinsi Lampung. (Dok. Disnakkeswan Lampung)

Lili menambahkan, Pemprov Lampung melalui jajaran Disnakkeswan bersama APPSI juga terus memperkuat kemitraan antara peternak, pengepul, dan lembaga kurban nasional guna memastikan kebutuhan hewan kurban terpenuhi secara optimal.

“Kami terus mendorong peternak menjaga kualitas dan kesehatan ternak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Dengan potensi peternakan yang dimiliki, Lampung optimistis dapat terus menjadi salah satu daerah penyangga utama kebutuhan ternak nasional,” pungkasnya.

Selain itu, Disnakkeswan Provinsi Lampung juga mengimbau masyarakat ke depannya selalu memilih hewan kurban yang sehat, cukup umur, dan telah melalui pemeriksaan petugas kesehatan hewan.

"Posko pemeriksaan kesehatan hewan turut disiapkan di sejumlah titik keluar-masuk ternak guna memastikan hewan kurban yang aman, sehat, dan sesuai syariat," imbuhnya.

Editorial Team

Related Article