Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pencarian Nelayan Ditabrak Kargo Dihentikan, Korban Dinyatakan Hilang
Tim SAR gabungan melaksanakan operasi pencarian terhadap nelayan hilang, Ajum (53). (Dok. Basarnas Lampung).
  • Tim SAR gabungan menghentikan pencarian nelayan Ajum setelah tujuh hari operasi di perairan Kalianda tanpa hasil, dan korban resmi dinyatakan hilang.
  • Pencarian menghadapi kendala cuaca ekstrem, gelombang tinggi, serta area luas yang menyulitkan penyisiran meski melibatkan berbagai instansi dan nelayan setempat.
  • Basarnas Lampung tetap siaga berkoordinasi dengan warga sekitar untuk membuka kembali operasi jika ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Selatan, IDN Times - Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Ajum (53), seorang nelayan dilaporkan menghilang setelah kapal nelayan ditumpanginya tertabrak kapal kargo di perairan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

Komandan Pos (Danpos) SAR Bakauheni, Rezie Kuswara mengatakan, penghentian operasi diputuskan setelah tim SAR gabungan melaksanakan pencarian selama tujuh hari, namun belum berhasil menemukan keberadaan korban Ajum.

"Benar, operasi SAR kemarin sore sudah resmi dihentikan. Korban diketahui bernama Ajum warga Perumahan Bama Hilir RT 03/RW 02, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten," ujarnya dikonfirmasi, Selasa (12/5/2026).

1. Seluruh unsur gabungan telah berupaya maksimal

Tim SAR gabungan melaksanakan operasi pencarian terhadap nelayan hilang, Ajum (53). (Dok. Basarnas Lampung).

Rezie menyebutkan, tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi kejadian dengan membagi Search and Rescue Unit (SRU) ke sejumlah sektor pencarian berdasarkan perhitungan SAR Map Prediction sejak hari pertama operasi.

Selama operasi berlangsung, pencarian dilakukan melalui jalur laut menggunakan perahu karet, Rigid Inflatable Boat (RIB), serta didukung berbagai peralatan SAR seperti Aqua Eye, Underwater Search Device (UWSD), alat selam, dan perangkat komunikasi.

“Selama tujuh hari operasi SAR, seluruh unsur gabungan telah berupaya maksimal melakukan pencarian di area yang diperkirakan menjadi lokasi korban. Namun hingga hari ketujuh kemarin, korban belum juga ditemukan,” ucapnya

2. Terkendala cuaca ekstrem, korban dinyatakan hilang

Tim SAR gabungan melaksanakan operasi pencarian terhadap nelayan hilang, Ajum (53). (Dok. Basarnas Lampung).

Dalam kegiatan operasi SAR turut melibatkan personel dari Pos SAR Bakauheni, Ditpolairud Polda Lampung, Polairud Polres Lampung Selatan, Pos AL Kalianda, BPBD Lampung Selatan, Damkar Lampung Selatan, HNSI Kalianda, serta nelayan setempat ini, tim menghadapi sejumlah kendala seperti cuaca hujan, gelombang laut mencapai 1,5 meter, hingga luasnya area pencarian menyulitkan proses penyisiran.

"Pada hari ketujuh pencarian, tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran sejak pagi hingga sore hari. Namun hasil pencarian masih nihil," kata Rezie.

Atas dasar tersebut, berdasarkan hasil musyawarah bersama keluarga korban yang diwakili oleh Nita selaku anak korban dan unsur SAR terkait, maka operasi pencarian akhirnya diusulkan untuk ditutup. "Seiring ditutupnya operasi ini, maka korban dinyatakan hilang," lanjut dia.

3. Operasi SAR dibuka kembali bila ditemukan tanda keberadaan korban

Tim SAR gabungan melaksanakan operasi pencarian terhadap nelayan hilang, Ajum (53). (Dok. Basarnas Lampung).

Meski operasi SAR resmi dihentikan, Basarnas Lampung tetap berkoordinasi dengan nelayan sekitar lokasi kejadian dan pemerintah desa setempat, agar bisa segera melapor bila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Sehingga ke depannya, operasi SAR dapat dibuka kembali apabila dikemudian hari ditemukan petunjuk atau informasi baru terkait keberadaan korban Ajum.

"Seluruh unsur SAR yang terlibat selanjutnya dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih atas dedikasi dan kerja sama selama operasi berlangsung," imbuh Rezie.

Editorial Team