- Kecamatan Panjang (12 titik).
- Kecamatan Teluk Betung Timur (9 titik).
- Kecamatan Tanjung Seneng (2 titik).
- Kecamatan Teluk Betung Selatan (2 titik).
- Kecamatan Teluk Betung Barat (1 titik).
- Kecamatan Bumi Waras (5 titik).
Pemkot Bandar Lampung Bakal Perbaiki 31 Titik Rawan Banjir

- Pemkot Bandar Lampung akan melakukan normalisasi sungai dan pembangunan talud serta pemasangan bronjong di 31 titik.
- Normalisasi dilakukan di 6 kecamatan, termasuk Panjang, Teluk Betung Timur, Tanjung Seneng, Teluk Betung Selatan, Teluk Betung Barat, dan Bumi Waras.
- Pemkot Bandar Lampung telah menyiapkan langkah strategis untuk mencegah banjir, seperti kerjasama dengan daerah lain dan pemeliharaan drainase.
Bandar Lampung, IDN Times –Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melalui Dinas Pekerjaan Umum bakal melakukan normalisasi sungai dan pembangunan atau perbaikan talud, serta pemasangan bronjong di 31 titik tahun ini.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Dedi Sutiyoso, mengatakan pihaknya secara rutin melakukan normalisasi sungai dan pemeliharaan drainase untuk mencegah banjir.
“Ibu Wali Kota Bunda Eva meminta kami untuk melakukan normalisasi sungai. Setiap hari, tim kami turun langsung untuk menyusuri sungai dan saluran drainase guna mencegah terjadinya banjir,” katanya, Kamis (6/3/2025).
1. Titik normalisasi

Dedi membeberkan, 31 titik yang menjadi bakal dinormalisasi sepanjang tahun 2025 antara lain;
Berbagai langkah yang telah dilakukan, Pemkot Bandar Lampung berharap dapat menekan dampak banjir dan meningkatkan ketahanan lingkungan bagi masyarakat.
"Semua itu mulai dari perbaikan sungai, pembuatan talud dan pemasangan bronjong pada 31 titik di 6 kecamatan. Kita memilih 6 kecamatan tersebut punya sungai yang besar," bebernya.
2. Langkah Pemkot cegah banjir

Dedi menjelaskan, untuk menekan risiko banjir, Pemkot Bandar Lampung telah menyiapkan beberapa langkah strategis, yaitu ;
- Bekerja sama dengan Pemkab Pesawaran dan Lampung Selatan dalam pemeliharaan area register 17 dan 19.
- Memperbaiki dan memperdalam sistem drainase.
- Melakukan normalisasi sungai secara rutin bekerja sama dengan BBWS.
- Membersihkan drainase dari sampah dan sedimen.
- Meninggikan talud di sepanjang sungai.
- Menanam pohon dan memperbanyak ruang terbuka hijau.
- Memasang alat peringatan dini di wilayah rawan banjir dan longsor.
- Membangun embung dan sumur resapan.
- Membuat jalur evakuasi saat terjadi banjir.
- Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.
"Kita harap dengan adanya langkah ini bisa membantu mencegah terjadinya banjir di Bandar Lampung," ujarnya.
3. Wilayah rawan banjir dan longsor

Prakirawan cuaca BMKG Lampung, Yoyo Dewantoro membeberkan beberapa kecamatan yang berpotensi terdampak dari banjir di Bandar Lampung
Yakni Rajabasa, Labuhan Ratu, Tanjung Senang, Langkapura, Kemiling, Kedamaian, Way Halim, Kedaton, Tanjung Karang Barat, Tanjung Karang Timur, Teluk Betung Utara, Teluk Betung Timur, Panjang dan Tanjung Karang Pusat.
"Untuk 14 kecamatan tersebut kita minta untuk waspada dan berhati-hati mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi," bebernya, Kamis (27/2/2025).



















