Hari Lahir Pancasila, Pangdam Radin Inten: Indonesia Bukti Keberagaman

- Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Korpri Lampung dipimpin Pangdam XXI/Radin Inten Mayjend TNI Kristomei Sianturi dan dihadiri jajaran Forkopimda serta pejabat Pemprov Lampung.
- Tema 'Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia' menegaskan peran Indonesia sebagai contoh keberagaman yang harmonis sekaligus pendorong perdamaian global melalui nilai-nilai Pancasila.
- Kristomei mengajak generasi muda menjadikan Pancasila sebagai ideologi hidup dengan menerapkan nilai keadilan, persatuan, dan kemanusiaan dalam tindakan nyata serta kebijakan publik yang berpihak pada rakyat.
Bandar Lampung, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (1/6/2026).
Upacara dipimpin langsung oleh Panglima Kodam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi sebagai inspektur upacara. Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kristomei turut membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI. "Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai dasar bangsa," ujarnya.
1. Pancasila jadi fondasi persatuan dan perdamaian dunia

Kristomei mengatakan, tema Hari Lahir Pancasila 2026 "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia" menegaskan relevansi nilai-nilai Pancasila dalam menjaga keutuhan Indonesia maupun mendorong terciptanya perdamaian global.
Menurutnya, Indonesia menjadi bukti nyata keberagaman dapat hidup berdampingan dalam harmoni.
"Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan etnis dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan," ucapnya.
2. Indonesia punya peran penting menjaga ketertiban dunia

Kristomei menilai, Pancasila juga menjadi pedoman moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika geopolitik internasional.
Oleh karenanya, ia menegaskan Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut menjaga ketertiban dunia sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945.
"Pancasila menjadi fondasi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut merupakan instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik," kata dia.
3. Generasi muda diajak menghidupkan nilai-nilai Pancasila

Kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian PBB, mediasi konflik regional, hingga dukungan terhadap bangsa-bangsa yang masih mengalami penjajahan disebut menjadi bukti nyata peran tersebut.
"Perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, tetapi hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia," tegas Kristomei.
Maka dari itu, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dalam praktik sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk dalam penyusunan kebijakan publik yang adil dan berpihak kepada masyarakat.
"Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan. Mari tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, persatuan, dan kemanusiaan. Selama darah Indonesia masih mengalir dalam tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi anak bangsa," imbuh jenderal TNI bintang dua tersebut.



















