Potret Menara Siger, Lampung (diskominfotik.lampungprov.go.id)
Menurut Kepala BPS Provinsi Lampung, struktur ekonomi Lampung secara fundamental masih bertumpu pada tiga sektor utama yang memberikan porsi penyumbang (share) terbesar terhadap total PDRB. Rinciannya adalah sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan memimpin dengan pangsa sebesar 28,35 persen, diikuti Industri Pengolahan 18,56 persen, dan Perdagangan sebesar 14,27 persen.
Ahmad menjelaskan, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung pada Triwulan II-2026 atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp147,91 triliun. Sementara atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp80,07 triliun.
Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Lampung Triwulan II-2026 tumbuh 5,29 persen menjadikan wilayah setempat sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di seluruh Sumatra. Urutan pertama Provinsi Kepulauan Riau pertumbuhannya mencapai 6,99 persen.
Selain itu, skala regional di Pulau Sumatra, Provinsi Lampung berhasil menyumbangkan kontribusi sebesar 10,14 persen terhadap total PDRB Sumatra pada Triwulan II-2026. Dengan capaian ini, Lampung menempati urutan keempat sebagai penyumbang perekonomian terbesar di Sumatra, setelah Sumatra Utara (23,37 persen), Riau (23,33 persen), dan Sumatra Selatan (13,64 persen).