Bandar Lampung, IDN Times - Berdomisili beda kota dengan istri dan dua anak sudah dilakoni Doni Suhendra (35) selama empat tahun terakhir. Alasan utamanya, prospek usaha modifikasi mobil dilakoninya lebih banyak menjaring pelanggan di Kota Bandar Lampung.
Sedangkan istri dan dua anaknya saat ini menetap di Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara. Sang istri kebetulan bekerja sebagai tenaga pendidik Taman Kanak-kanak dan buah hati menempuh pendidikan di kota setempat.
Meski beda kota mulanya Doni tak ambil pusing. Itu lantaran Kotabumi dan Bandar Lampung masih berada di Provinsi Lampung. Ia dan istri mengandalkan moda transportasi kereta api Kuala Stabas untuk melepas kangen. Bahkan, orangtua Doni berada di Kota Palembang pun kerap dikunjungi memanfaatkan alat transportasi yang sama yakni Kereta Api (KA) Limex Sriwijaya.
Tanpa diduga, pandemik COVID-19 melanda global dan Indonesia sejak Maret 2020. Kondisi itu pun berdampak bagi Doni yang memang senang naik kereta api untuk bertemu keluarga di Kotabumi dan Palembang.
"Sampai saat ini hampir setahun lebih saya belum bertemu orangtua di Palembang. Sedangkan istri dan anak tahun lalu sempat enam bulan tak bertemu. Waktu itu ada kebijakan membuat saya gak bisa naik kereta. Padahal saya mengandalkan kereta api untuk transportasi antar daerah dan memang saya pecinta kereta," katanya.
Doni tak menampik, pandemik COVID-19, PT KAI membuat beragam kebijakan. Ia memaklumi kondisi itu bagian dari mencegah penyebaran virus Corona. Bahkan, sebagai warga sipil pun ia berpartisipasi menerapkan protokol kesehatan.
"Pas saya dapat kesempatan vaksin, langsung daftar. Istri juga kebetulan karena guru sudah divaksin. Orangtua di Palembang malah duluan karena masuk lansia prioritas divaksin," jelasnya.
Terkait kebijakan protokol kesehatan di Stasiun Tanjungkarang pun menurutnya ada tujuan daribPT KAI Divre IV Tanjungkarang untuk mencegah penyebaran COVID-19. Bahkan setahun lebih KAI tidak membuka operasional Kereta Api (KA) Limex Sriwijaya rute Stasiun Kertapati-Stasiun Tanjungkarang.
"Kita berharap pandemik ini cepat berlalu, kasusnya kian menurun dan banyak warga sudah divaksin. Pastinya jika pandemik bisa dikendalikan, layanan kereta api harapannya dapat normal," kata Doni.
