Ilustrasi chat WhatsApp (unsplash.com/christian wiediger)
Diketahui, korban sebelum meninggal dunia sempat mengirimkan stiker gantung diri melalui pesan instan WhatsApp kepada teman prianya. Ivan, teman korban, menjelaskan, korban mengirim stiker gantung diri sekitar pukul 21.00 WIB.
"Gak ada balasan (chat). Baru setengah jam kemudian saya berangkat dari Metro (menuju Bandar Lampung. Mungkin banyak pikiran, bapaknya sakit, pengin target Juli wisuda, dan gak mau nyusahin ortunya," ujarnya.
Lurah Sukarame, Anwar AR menerangkan, pihaknya menerima kabar dugaan gantung diri dari ketua RT Rabu malam kemarin. Ia tiba di lokasi bersama babinsa, bhabinkamtibmas.
"Pas sudah ramai, malam itu kami belum bongkar. Baru pas polisi datang kami bongkar (rumah). Gak ada tanda-tanda kekerasan. Sepertinya murni bunuh diri dan dibawa ke Abdul Moeleok untuk autopsi," terangnya.
Jika kamu atau orang di sekitar kamu membutuhkan informasi dan konsultasi terkait hal seperti ini, kamu bisa menghubungi beberapa kontak di bawah ini:
NGO Indonesia: Jangan Bunuh diri || telp: (021) 9696 9293 || email: janganbunuhdiri@yahoo.com
Organisasi INTO THE LIGHT || message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) || direct message via Twitter: @IntoTheLightID
Kementrian Kesehatan Indonesia || telp: (021) 500454
Atau kamu juga bisa menghubungi nomor kontak ini:
1. Yayasan Pulih
Jl. Teluk Peleng 63 A Komplek AL-Rawa Bambu
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp : +62 21 788 42 580
Fax : +62 21 782 3021
2. YLBH Apik
Jl. Raya Tengah No. 31 RT 01 RW 09 Kp. Tengah Kramat Jati Jakarta Timur 13540
Telp. 021 – 87797289
Fax. 021 – 87793300
3. Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI)
Telp. 021-8514389
Website: http://www.skizofrenia.org/
4. LSM Jangan Bunuh Diri
Telp. 021-0696 9293
Mari bersama cegah perilaku bunuh diri. Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.