Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Lestarikan Laut Pahawang, UIN RIL Transplantasi Terumbu Karang

Lestarikan Laut Pahawang, UIN RIL Transplantasi Terumbu Karang
Terumbu karang (freepik.com/bedneyimages)
Intinya Sih
  • Dosen dan mahasiswa UIN Raden Intan Lampung melakukan transplantasi terumbu karang di perairan Pulau Pahawang sebagai upaya pelestarian ekosistem laut sekaligus kegiatan pembelajaran lapangan.
  • Lima unit transplantasi ditanam menggunakan metode spider web berbahan rangka besi untuk menempelkan fragmen karang, dinilai efektif membantu rehabilitasi kawasan terumbu yang rusak.
  • Kegiatan ini menjadi sarana mahasiswa menerapkan ilmu biologi secara langsung serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir dan laut di kalangan generasi muda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times – Kelestarian ekosistem laut menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi. Salah satu upaya nyata dilakukan dosen dan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung adalah transplantasi terumbu karang di perairan Pulau Pahawang, Kabupaten Pesawaran.

Kegiatan berlangsung di Dusun Jelarangan itu melibatkan Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) serta Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK).

Sekretaris Prodi Biologi FST UIN Raden Intan Lampung, Suci Wulan Pawhestri mengatakan, selain mendukung pelestarian lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa.

1. Tanam lima unit transplantasi terumbu karang

ilustrasi terumbu karang di laut (pexels.com/Francesco Ungaro)
ilustrasi terumbu karang di laut (pexels.com/Francesco Ungaro)

Menurut Wulan, tim gabungan dosen dan mahasiswa menanam lima unit transplantasi terumbu karang di kawasan rehabilitasi bawah laut Pulau Pahawang. Lokasi tersebut dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari yang cukup populer di Lampung.

Proses penanaman dilakukan menggunakan metode spider web dengan bantuan seawalker.

Metode ini memanfaatkan rangka besi berbentuk jaring laba-laba sebagai media untuk menempelkan fragmen karang yang nantinya diharapkan dapat tumbuh menjadi koloni baru.

2. Metode spider web dinilai efektif membantu rehabilitasi karang

Ilustrasi terumbu karang, ekosistem bawah laut. (Unsplash.com/Francesco Ungaro)
Ilustrasi terumbu karang, ekosistem bawah laut. (Unsplash.com/Francesco Ungaro)

Wulan menjelaskan, transplantasi diawali dengan pemasangan rangka pada dasar perairan yang sesuai. Setelah itu, fragmen karang sehat dipilih dari koloni indukan lalu dipasang pada rangka menggunakan pengikat khusus yang tahan terhadap kondisi laut.

Menurutnya, metode tersebut menjadi salah satu cara rehabilitasi yang efektif untuk membantu pemulihan kawasan terumbu karang yang mengalami kerusakan. Selain itu, keberadaan terumbu karang juga berperan penting dalam menjaga keanekaragaman hayati di wilayah pesisir dan laut.

3. Jadi sarana belajar sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan

terumbu karang jadi habitat banyak ikan (unsplash.com/Sunita Fan)
terumbu karang jadi habitat banyak ikan (unsplash.com/Sunita Fan)

Suci menambahkan, kegiatan tak hanya berfokus pada kegiatan konservasi, program ini juga memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah secara langsung di lapangan.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat melihat secara nyata proses rehabilitasi ekosistem laut sekaligus memahami pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.

"Kolaborasi antara dua program studi ini diharapkan turut mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap ekosistem pesisir dan laut serta memperkuat budaya pelestarian lingkungan di kalangan generasi muda," ujarnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Lampung

See More