Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Neraca Dagang Lampung Surplus 332 Juta Dolar, Ekspor ke AS Tertinggi

Neraca Dagang Lampung Surplus 332 Juta Dolar, Ekspor ke AS Tertinggi
ilustrasi ekspor (pexels.com/Wolfgang Weiser)
Intinya Sih
  • Lampung mencatat surplus perdagangan US$332,19 juta pada April 2026, dengan ekspor mencapai US$504,59 juta dan impor US$172,40 juta, naik signifikan dibanding periode sama tahun lalu.
  • Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor utama Lampung senilai US$290,01 juta, diikuti Tiongkok dan Pakistan; komoditas unggulan meliputi lemak-minyak nabati, bahan bakar mineral, serta kopi dan rempah.
  • Impor kumulatif Januari–April 2026 turun 39,04 persen menjadi US$489,26 juta; Amerika Serikat jadi asal impor terbesar dengan komoditas utama ampas industri makanan, pupuk, serta peralatan kereta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Perdagangan luar negeri Provinsi Lampung mencatat capaian positif pada April 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan neraca perdagangan daerah ini kembali mengalami surplus, nilainya mencapai US$332,19 juta dolar AS.

Surplus tersebut berasal dari nilai ekspor yang mencapai US$504,59 juta, sementara impor tercatat sebesar US$172,40 juta. Nilai surplus pada April 2026 juga lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$238,41 juta.

1. Ekspor April 2026 naik 43,29 persen dibanding tahun lalu

ilustrasi kapal ekspor barang (pexels.com/Martin Damboldt)
ilustrasi kapal ekspor barang (pexels.com/Martin Damboldt)

Nilai ekspor Lampung April 2026 tercatat sebesar US$504,59 juta atau meningkat 43,29 persen dibandingkan April 2025 yang mencapai US$352,16 juta. Meski demikian, secara kumulatif Januari–April 2026 nilai ekspor mencapai US$1,89 miliar atau turun 2,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$1,93 miliar.

Dari total ekspor tersebut, sekitar 83,28 persen atau senilai US$1,57 miliar dikirim melalui pelabuhan yang berada di Provinsi Lampung. Sedangkan sisanya melalui pelabuhan di luar daerah.

2. Amerika Serikat, Tiongkok, dan Pakistan jadi pasar utama ekspor Lampung

ilustrasi ekspor (pexels.com/Kai Pilger)
ilustrasi ekspor (pexels.com/Kai Pilger)

Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor terbesar Lampung sepanjang Januari–April 2026 dengan nilai mencapai US$290,01 juta atau 15,38 persen dari total ekspor. Posisi berikutnya ditempati Tiongkok dengan nilai ekspor US$234,92 juta atau 12,46 persen, disusul Pakistan sebesar US$175,84 juta atau 9,33 persen.

Komoditas yang paling banyak dikirim ke ketiga negara tersebut berasal dari golongan lemak dan minyak hewan atau nabati.

Secara keseluruhan, tiga komoditas ekspor terbesar Lampung selama empat bulan pertama 2026 adalah lemak dan minyak hewan/nabati senilai US$889,42 juta atau 47,17 persen dari total ekspor. Selain itu, bahan bakar mineral sebesar US$274,31 juta atau 14,55 persen, serta kopi, teh, dan rempah-rempah sebesar US$221,86 juta atau 11,77 persen.

3. Impor kumulatif turun 39,04 persen

Ilustrasi aktivitas ekspor impor (unsplash.com/Andy Li)
Ilustrasi aktivitas ekspor impor (unsplash.com/Andy Li)

Di tengah kenaikan impor bulanan yang mencapai US$172,40 juta pada April 2026, nilai impor kumulatif Januari–April 2026 justru menurun cukup besar menjadi US$489,26 juta. Angka tersebut turun 39,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$802,59 juta.

Amerika Serikat menjadi negara asal impor terbesar dengan nilai US$122,77 juta, diikuti Thailand sebesar US$61,84 juta dan Australia sebesar US$58,23 juta. Sementara tiga komoditas impor terbesar adalah ampas dan sisa industri makanan senilai US$68,90 juta, pupuk sebesar US$67,32 juta, serta kereta api, trem, dan bagiannya sebesar US$66,71 juta.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Lampung

See More