Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lampung Selatan Sumbang 11 Persen Total Kasus TBC Provinsi Lampung
Kegiatan Penemuan Kasus Aktif (Active Case Finding/ACF) untuk skrining kasus Tuberkulosis (TBC) di Kota Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)
  • Lampung Selatan menyumbang sekitar 11 persen kasus TBC di Provinsi Lampung, dengan capaian penemuan kasus baru mencapai 1.247 dari target 3.275 pada triwulan pertama 2026.
  • Pemerintah Provinsi Lampung dan PDPI mengembangkan website Peduli TBC Lampung dengan fitur skrining mandiri serta integrasi program CKG dan SITB untuk mempercepat pelacakan kasus.
  • Wakil Gubernur Jihan Nurlela menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk Forkopimda, tokoh masyarakat, TP PKK, akademisi, dan dunia usaha dalam percepatan eliminasi TBC hingga tingkat desa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyatakan, Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu daerah prioritas penanganan Tuberkulosis (TBC). Itu karena, menyumbang sekitar 11 persen dari total kasus TBC di Provinsi Lampung.

Berdasarkan hasil evaluasi, capaian penemuan kasus TBC di Kabupaten Lampung Selatan triwulan pertama 2026 baru mencapai sekitar 1.247 kasus dari target sebanyak 3.275 kasus. Sementara itu, capaian enrollment TBC sensitif obat (SO) dan resisten obat (RO), serta tingkat keberhasilan pengobatan (success rate), telah memenuhi target yang ditetapkan.

1. Ada indikator perlu ditingkatkan

Ilustrasi Target Kerja Harian (unsplash.com/@paymo)

Menurut Jihan, beberapa indikator yang masih perlu ditingkatkan, antara lain pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), notifikasi kasus, dan investigasi kontak yang belum mencapai target. Selain itu, implementasi integrasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) juga belum berjalan optimal.

Dari 7.321 terduga TBC yang tercatat, baru tiga pasien yang berhasil terintegrasi dalam sistem. Pada Dashboard Kebijakan TBC Nasional, Kabupaten Lampung Selatan juga tercatat belum mengunggah kebijakan Desa Siaga TBC.

2. Kembangkan situs Peduli TBC Lampung

ilustrasi website (pexels.com/Pixabay)

Dalam upaya mempercepat penemuan kasus, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) sedang mengembangkan website Peduli TBC Lampung. Platform tersebut dilengkapi fitur skrining mandiri dengan kategori risiko berwarna hijau, kuning, merah, dan biru, sehingga diharapkan dapat mendukung pelacakan kasus secara lebih terarah dan spesifik.

Jihan juga memberikan rekomendasi untuk mempercepat pencapaian target eliminasi TBC. Mulai dari pelaksanaan tracing TBC yang terintegrasi dengan program CKG dengan memanfaatkan 166 titik layanan mesin X-Ray portabel. Selain itu, optimalisasi program voucher X-Ray, serta pemantauan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) secara mingguan melalui rapat virtual yang dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan.

"Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga didorong untuk memperkuat koordinasi dengan Bappeda guna mempercepat pengunggahan Surat Keputusan Desa Siaga TBC ke Dashboard Kebijakan TBC Nasional," paparnya.

3. Butuh dukungan dan kolaborasi seluruh pihak

ilustrasi kolaborasi (pexels.com/Diva Plavalaguna)

Jihan menegaskan, percepatan eliminasi TBC tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, TP PKK, akademisi, hingga dunia usaha.

"Percepatan eliminasi TBC harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, tetapi perlu menggandeng Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, TP PKK, akademisi, dan dunia usaha agar upaya yang dilakukan semakin efektif dan berkelanjutan," ujar Jihan.

Ia berharap, penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa dan kelurahan, diharapkan upaya percepatan penanggulangan TBC di Kabupaten Lampung Selatan dapat berjalan lebih optimal guna meningkatkan kualitas kesehatan dan produktivitas masyarakat serta mendukung tercapainya target eliminasi TBC tahun 2030.

Editorial Team

Related Article