Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kondisi Perairan Lampung 31 Oktober 2026, Waspada Gelombang 2,5 Meter
ilustrasi gelombang air laut besar akibat topan Champi. (unsplash.com/Fjell Photography)
  • BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang sedang di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda selatan, berlaku 30 Oktober pukul 07.00 WIB hingga 2 November 2026 pukul 07.00 WIB.
  • Gelombang di kedua wilayah diprakirakan mencapai 1,25–2,5 meter, dengan angin tenggara hingga barat daya berkecepatan 2–25 knot dan potensi hujan ringan.
  • Nelayan, operator kapal, dan pengguna transportasi laut diminta memantau cuaca maritim, menyiapkan perlengkapan keselamatan, mengikuti arahan pelabuhan, serta tidak memaksakan perjalanan saat kondisi memburuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times – Kondisi perairan Lampung, Sabtu (31/10/2026), perlu diwaspadai, terutama bagi nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir.

Itu karena, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang sedang di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan.

Peringatan tersebut berlaku mulai 30 Oktober pukul 07.00 WIB hingga 2 November 2026 pukul 07.00 WIB. Tinggi gelombang di wilayah perairan yang masuk peringatan diperkirakan mencapai 1,25–2,5 meter.

Pola angin di wilayah perairan Lampung secara umum bergerak dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan berkisar 2–25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Selatan Lampung, dan Perairan Teluk Lampung bagian selatan.

Berikut rincian kondisi perairan Lampung yang perlu diperhatikan.

1. Tabel kondisi perairan Lampung 31 Oktober 2026

Wilayah Perairan

Kondisi Cuaca

Arah Angin

Kecepatan Angin

Tinggi Gelombang

Perairan Barat Lampung

Berawan hingga hujan ringan

Tenggara–barat daya

Bagian dari kisaran 2–25 knot

1,25–2,5 meter

Selat Sunda Selatan Lampung

Berawan tebal hingga hujan ringan

Timur laut–tenggara

Bagian dari kisaran 2–25 knot

1,25–2,5 meter

Perairan Teluk Lampung Bagian Selatan

Berawan hingga udara kabur

Barat daya

Sekitar 10 knot pada pengamatan terakhir

Sekitar 0,9 meter

Perairan Timur Lampung

Berawan hingga udara kabur

Barat–timur laut

Sekitar 4–11 knot pada pengamatan terakhir

Sekitar 0,2–1,2 meter

2. Perairan Barat Lampung, gelombang sedang perlu diwaspadai

ilustrasi gelombang besar (pexels.com/GEORGE DESIPRIS)

Perairan Barat Lampung menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam peringatan dini gelombang sedang BMKG. Tinggi gelombang diprakirakan berada pada kisaran 1,25–2,5 meter.

Kondisi tersebut perlu diperhatikan nelayan maupun kapal berukuran kecil yang melintas di wilayah tersebut. Selain tinggi gelombang, perubahan cuaca juga perlu diantisipasi karena terdapat potensi hujan ringan pada sejumlah waktu prakiraan.

3. Selat Sunda Selatan Lampung, waspadai gelombang hingga 2,5 meter

ilustrasi gelombang laut (pexels.com/Soly Moses)

Selat Sunda bagian selatan Lampung juga masuk dalam wilayah peringatan dini gelombang sedang. BMKG memprakirakan tinggi gelombang mencapai 1,25–2,5 meter.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian kapal penyeberangan, nelayan, dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan tersebut. Berdasarkan prakiraan maritim BMKG, kondisi cuaca di Selat Sunda Selatan Lampung dapat berubah dari berawan tebal menjadi hujan ringan pada waktu tertentu.

4. Imbauan bagi nelayan dan pengguna transportasi laut

ilustrasi pelayaran (pexels.com/Inge Wallumrød)

Menghadapi potensi gelombang sedang di sejumlah wilayah perairan Lampung, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan. Nelayan dan operator kapal perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim sebelum melaut. Selain itu, pastikan perlengkapan keselamatan tersedia dan berfungsi dengan baik.

Pengguna transportasi laut juga perlu mengikuti arahan petugas pelabuhan serta tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca dan gelombang memburuk.

Curated For You

Editorial Team

Related Article