Kerangka Manusia di Hutan Tahura Wan Abdul Rahman, Ada Kaus Pramuka

Kerangka manusia tak utuh ditemukan dua warga pencari madu di Register 19 Tahura Wan Abdul Rachman, Pesawaran, setelah awalnya dikira tulang hewan.
Polisi menemukan petunjuk berupa kaus lengan panjang hijau tua berlambang tunas kelapa; kerangka terbaring di bawah batu tebing pada ketinggian sekitar 1.150 mdpl.
Polisi dan tim terkait mengevakuasi kerangka ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan forensik serta autopsi guna mengungkap identitas, jenis kelamin, dan penyebab kematian.
Pesawaran, IDN Times - Kerangka manusia ditemukan di kawasan hutan Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman, Kabupaten Pesawaran. Kerangka ditemukan warga sedang mencari madu hutan di kawasan Register 19, Dusun Umbul Solo Sinar Baru, Desa Padang Ratu, Kecamatan Gedong Tataan.
Kapolres Pesawaran, AKBP Alvie membenarkan adanya informasi tersebut. Polisi telah menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan kerangka, dengan mendatangi lokasi untuk memeriksa sekaligus mengevakuasi kerangka.
"Benar, kemarin kami mendapatkan laporan dari masyarakat atas penemuan kerangka manusia yang tak utuh," ujarnya dikonfirmasi, Jumat (30/10/2026).
1. Awalnya dikira tulang hewan

Penampakan kerangka manusia di kawasan Tahura Wan Abdul Rahman, Pesawaran. (IDN Times/Istimewa) Alvie menjelaskan, kerangka tersebut pertama kali ditemukan oleh dua warga, M Ihsani (52) dan Didi Hapana (42), saat mencari madu hutan di kawasan Tahura Wan Abdul Rachman, Rabu (28/10/2026).
Awalnya, mereka mengira tulang yang ditemukan merupakan tulang hewan. Namun setelah diperiksa lebih lanjut, mereka melihat adanya tengkorak yang dipastikan merupakan tengkorak manusia.
"Warga ini sempat membersihkan dedaunan kering yang menutupi sebagian tengkorak tersebut. Dari sekitar lokasi, mereka juga menemukan pakaian yang diduga dikenakan korban," ungkapnya.
2. Ada kaus hijau berlambang tunas kelapa

Penampakan kerangka manusia di kawasan Tahura Wan Abdul Rahman, Pesawaran. (IDN Times/Istimewa) Salah satu petunjuk ditemukan polisi ialah kaus lengan panjang berwarna hijau tua. Kaus tersebut memiliki lambang tunas kelapa yang menyerupai logo Gerakan Pramuka.
"Ciri-cirinya korban ini pakai kaus hijau berlambang tunas kelapa, lambang Pramuka," ujar Alvie.
Selain itu, keberadaan kerangka ditemukan dalam posisi terbaring di bawah batu tebing. "Lokasinya berada di kawasan hutan pegunungan, dengan ketinggian sekitar 1.150 meter di atas permukaan laut (mdpl)," lanjut dia.
3. Kerangka dibawa ke RS Bhayangkara

Penampakan kerangka manusia di kawasan Tahura Wan Abdul Rahman, Pesawaran. (IDN Times/Istimewa) Setelah menerima laporan, polisi bersama petugas terkait melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga memasang garis polisi dan berkoordinasi dengan aparat desa serta Polisi Kehutanan (Polhut).
Proses evakuasi dari kawasan hutan melibatkan Tim Inafis Polres Pesawaran, personel Unit Intelkam Polsek Gedong Tataan, Polhut dari Resort Kedondong UPTD KPHK Tahura Wan Abdul Rachman, serta masyarakat setempat.
"Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan lancar. Sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan forensik dan autopsi, agar membantu mengungkap identitas, jenis kelamin, serta penyebab kematian korban," imbuh Kapolres.






















