Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kondisi Perairan Lampung 13 September 2026, Awas Gelombang 4 Meter!
ilustrasi gelombang tinggi (Pexels.com/Itai Perelman Nasich)
  • Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan berpotensi mengalami gelombang hingga 4 meter pada 13 September pukul 07.00 WIB sampai 16 September pukul 07.00 WIB.
  • Teluk Lampung dan Perairan Timur Lampung berkategori gelombang sedang, namun pelayaran tetap perlu menyesuaikan pembaruan kondisi angin serta gelombang.
  • BMKG mengimbau nelayan dan operator kapal memantau informasi sebelum melaut; gelombang tinggi dipengaruhi angin dan dinamika laut, bukan otomatis erupsi Anak Krakatau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Kondisi perairan Lampung, Minggu (13/9/2026), perairan barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan perlu mendapat perhatian. Itu karena, berpotensi mengalami gelombang tinggi hingga 4 meter.

Berdasarkan pembaruan peringatan gelombang tinggi BMKG, kondisi tersebut berlaku mulai 13 September pukul 07.00 WIB hingga 16 September pukul 07.00 WIB. Sedangkan Teluk Lampung dan Perairan Timur Lampung berada pada kategori sedang, tetapi aktivitas pelayaran tetap perlu menyesuaikan kondisi angin dan gelombang terbaru.

Berikut IDN Times sajikan kondisi perairan Lampung hari ini.

1. Wilayah paling perlu diwaspadai

ilustrasi gelombang laut (pexels.com/Виктор Соломоник)

  • Perairan Barat Lampung: termasuk wilayah dengan potensi gelombang tinggi.

  • Selat Sunda Selatan Lampung: juga masuk kategori tinggi.

  • Teluk Lampung: gelombang diprakirakan berada pada kategori sedang, tetapi tetap perlu memperhatikan perubahan angin.

  • Perairan Timur Lampung: masuk kategori sedang, dengan kecepatan angin tertinggi dalam pola umum Lampung juga terpantau di bagian utara wilayah timur.

2. Ada pengaruh erupsi Anak Krakatau?

ilustrasi gelombang laut (unsplash.com/splashabout)

Nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di laut sebaiknya memantau pembaruan BMKG sebelum melaut, terutama di wilayah yang masuk kategori gelombang tinggi. Kondisi gelombang dapat berubah mengikuti perkembangan angin dan dinamika laut.

Gelombang tinggi tidak otomatis disebabkan erupsi Anak Krakatau. Prakiraan gelombang BMKG terutama berkaitan dengan kondisi angin dan dinamika laut. Sementara itu, abu vulkanik dapat terbawa angin dan memengaruhi jarak pandang atau kualitas udara, sehingga kondisi laut dan sebaran abu perlu dipantau sebagai dua hal yang berbeda.

3. Data lengkap kondisi perairan

Wilayah Perairan

Cuaca

Arah Angin

Kecepatan Angin

Tinggi Gelombang

Kategori

Perairan Barat Lampung

Berawan tebal–udara kabur

Timur–selatan

Hingga 25 knot

2,5–4 m

Tinggi

Selat Sunda Selatan Lampung

Berawan–udara kabur

Timur–selatan

Hingga 25 knot

2,5–4 m

Tinggi

Teluk Lampung Bagian Utara

Berawan

Timur–selatan

2–25 knot

1,25–2,5 m

Sedang

Teluk Lampung Bagian Selatan

Berawan

Timur–selatan

2–25 knot

1,25–2,5 m

Sedang

Perairan Timur Lampung Bagian Utara

Berawan

Timur–selatan

Hingga 25 knot

1,25–2,5 m

Sedang

Perairan Timur Lampung Bagian Selatan

Berawan

Timur–selatan

2–25 knot

1,25–2,5 m

Sedang

BMKG mengelompokkan dua wilayah pertama sebagai gelombang tinggi dan empat wilayah lainnya sebagai gelombang sedang. Angka kecepatan angin merupakan kisaran umum yang tercantum dalam peringatan, bukan berarti setiap wilayah mengalami angin 25 knot sepanjang hari.

Curated For You

Editorial Team

Related Article