Pernah merasa cemas ketika memikirkan masa depan, padahal hari esok saja belum tentu bisa diprediksi? Memikirkan pekerjaan, penghasilan, hubungan asmara, hingga kemungkinan memiliki rumah sendiri terkadang justru membuat pikiran terasa penuh.
Perasaan tersebut cukup dekat dengan kehidupan generasi Z. Di tengah perkembangan teknologi, persaingan dunia kerja, dan perubahan sosial begitu cepat, banyak anak muda merasa harus segera mencapai berbagai hal agar tidak tertinggal dari orang lain.
Belum lagi media sosial setiap hari memperlihatkan pencapaian teman sebaya. Ada yang sudah memiliki pekerjaan mapan, membangun bisnis, menikah, bahkan membeli rumah di usia muda. Tanpa disadari, hal tersebut bisa memunculkan perasaan tertinggal dan mempertanyakan kemampuan diri sendiri.
Kenapa Gen Z sering merasa cemas ketika memikirkan masa depan? Berikut lima kemungkinan penyebabnya.
