Keluarga Ungkap Komunikasi Terakhir Anggi, Siswi SMA Tewas di Mesuji

- Keluarga mengungkap komunikasi terakhir dengan korban sebelum ditemukan tewas dalam parit area perkebunan karet.
- Korban sempat berpamitan kepada ibunya sebelum pergi ke sekolah dan dihubungi saat ujian telah selesai, namun tak kunjung pulang.
- Lokasi penemuan jasad korban tidak merupakan rute biasa, keluarga menduga korban sengaja dibawa ke tempat kejadian yang sepi aktivitas masyarakat.
Mesuji, IDN Times - Keluarga mengungkap komunikasi terakhir korban Anggi Lestari (20) dengan orang tuanya sebelum ditemukan warga sudah tak bernyawa dalam parit area perkebunan karet terletak di Desa Margo Mulyo, Kecamatan Mesuji Timur, Kebutuhan Mesuji.
Paman korban, Yasman mengatakan, siswi SMA masih duduk di bangku kelas 10 itu sempat berpamitan kepada sang ibu sebelum pergi ke sekolah pada pagi harinya guna mengikuti kegiatan ujian.
"Korban itu pamit ke ibunya pagi-pagi mau ke sekolah karena ada ujian. Biasanya, korban pulang pergi sama kawannya, tapi karena ujian masuknya gak bareng, jadwal ujiannya beda-beda. Jadi mungkin korban pulang sendirian gak bareng temen," ujarnya dikonfirmasi, Jumat (31/5/2024).
1. Sang ibu terakhir kali sempat telepon korban

Anggi Lestari juga sempat dihubungi oleh sang ibu sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban menginformasikan bakal pulang ke rumah lebih awal dikarenakan kegiatan ujian sekolah telah rampung, Selasa (28/5/2024).
"Ibunya nelfon itu jam 10 memang udah mau pulang, sudah selesai ujian. Dari pihak sekolah juga komunikasi dengan kita, jam 10 korban sudah selesai ujian dan sudah tidak di sekolah lagi," ungkap dia.
Pascakomunikasi terakhir tersebut, korban tak kunjung tiba di rumah sampai akhirnya keluarga menerima kabar Anggi Lestari telah ditemukan tewas. "Semestinya jam 11 atau 12 siang udah sampai, tapi ini korban hingga sore belum pulang pulang sampai kita dapat kabar ini," tambahnya.
2. Lokasi penemuan jasad bukan rute pergi pulang sekolah korban

Menurut Yasman, lokasi penemuan jasad korban Anggi Lestari tersebut dikatakan bukan rute biasa dilalui sang keponakannya saat berangkat maupun pulang dari kediaman ke sekolah maupun sebaliknya.
"Itu (lokasi TKP) jauh dari rumah korban, sekitar 1 kilometer dari jalan biasa yang dilalui Anggi ini," ucapnya.
Keluarga menduga korban Anggi sengaja dibawa oleh seseorang ke tempat kejadian perkara (TKP) memang sepi aktivitas masyarakat. "Kita juga kaget, biasanya bukan lewat situ tapi lewat jalan yang bagus. Iya, di sana daerah perkebunan karet, korban juga gak pernah lewat di jalan itu," tambah dia.
3. Tak pernah bercerita memiliki masalah di lingkungan sekolah maupun pertemanan

Dalam kesehariannya, Yasman menambahkan, korban Anggi tergolong sebagai anak terbuka secara komunikasi dengan keluarga. Namun ia tidak pernah bercerita tengah memiliki masalah di lingkungan sekolah maupun pertemanannya.
Pihak keluarga berharap kepada kepolisian dapat segera mengungkap kasus ini, agar pelaku atau pihak bertanggung jawab dapat menjalani hukuman atas perbuatannya.
"Iya ada luka tak wajar (diduga korban pembunuhan). Kami berharap besar ke kepolisian, ini pelaku benar diusahakan harus dapat, karena perbuatan yang dilakukan pelaku ini terlalu kejam," tandasnya.



















