Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Juni 2024 Lampung Dilanda Inflasi 2,84 Persen, Ini Pemicunya
Ilustrasi inflasi (freepik.com/freepik)
  • Provinsi Lampung alami inflasi 2,84% YoY pada Juni 2024 dengan IHK 107,31
  • Kelompok pengeluaran andil besar dalam inflasi, terutama kenaikan harga makanan dan minuman
  • Tingkat inflasi YoY lebih rendah dari bulan sebelumnya, inflasi tertinggi di Kabupaten Lampung Timur
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 2,84 persen year on year (YoY) pada Juni 2024 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,31. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Lampung Timur sebesar 4,06 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, Atas Parlindungan Lubis mengatakan, besaran inflasi secara YoY ini terjadi dikarenakan adanya kenaikan harga ditunjukkan naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.

"Perkembangan harga berbagai komoditas pada Juni 2024 secara umum menunjukkan
kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Lampung di 4 kabupaten/kota, pada
Juni 2024 terjadi inflasi YoY sebesar 2,84 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 104,35 pada Juni 2023 menjadi 107,31 pada Juni 2024," ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (1/6/2024).

1. Ada 9 kelompok pengeluaran beri andil inflasi

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, Atas Parlindungan Lubis. (YouTube/BPS Provinsi Lampung).

Lebih rinci Atas menjelaskan, kelompok pengeluaran memiliki andil besar dalam inflasi di Lampung Juni 2024 ialah kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 6,35 persen; kelompok pakaian dan alas kaki (3,40 persen); kelompok perumahan, air, listrik, bahan bakar rumah tangga (0,54 persen); kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,59 persen).

Kemudian kelompok kesehatan (0,06 persen); kelompok transportasi (0,59 persen), kelompok pendidikan (2,77 persen); kelompok penyediaan
makanan dan minuman/restoran (1,04 persen); dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,68 persen.

Sementara kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks meliputi kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar (0,37 persen); dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya mengalami deflasi sebesar (0,96 persen).

"Tingkat inflasi month to month (MoM) Juni 2024 tercatat deflasi sebesar 0,11 persen dan tingkat inflasi years to date (YtD) Juni 2024 mengalami inflasi sebesar 0,52 persen," terangnya.

2. Inflasi di Lampung Juni 2024 masih lebih rendah dari inflasi 5 bulan terakhir

Ilustrasi Inflasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Merujuk capaian ini, Atas melanjutkan, tingkat inflasi YoY Provinsi Lampung pada Juni 2024 sebesar 2,84 persen kali ini masih lebih rendah, jika dibandingkan inflasi YoY pada 5 bulan terakhir yaitu Mei sebesar 3,09 persen; April (3,29 persen); Maret (3,45 persen); Februari dan Januari 2024 masing-masing sebesar 3,28 persen.

"Untuk tingkat inflasi year to date pada Juni 2024 adalah sebesar 0,52 persen. Artinya, lebih rendah dari inflasi YtD pada Mei 2024 yaitu, sebesar 0,64 persen," ujarnya.

3. Bawang putih salah satu komoditas penyumbang inflasi

pexels.com/Nick Collins

Atas menambahkan, 4 kabupaten/kota mengalami inflasi secara YoY merujuk periode terlapor. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Lampung Timur sebesar 4,06 persen, dengan IHK sebesar 109,57 persen.

Komoditas dominan memberikan andil inflasi YoY yaitu, bawang putih sebesar 0,38 persen; gula pasir sebesar (0,30 persen); sigaret kretek mesin (skm); kopi bubuk, dan ikan lele masing-masing memberikan andil sebesar 0,26 persen.

"Inflasi YoY pada Juni 2024, terendah terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 2,25 persen dengan IHK sebesar 106,11. Salah satu komoditas dominan memberikan sumbangan inflasi di antaranya beras 0,42 persen," Imbuhnya.

Lalu secara MoM, inflasi tertinggi di Kota Metro sebesar 0,09 persen dengan IHK sebesar 105,52. Komoditas dominan memberikan andi inflasi MoM yaitu, ayam hidup sebesar 0,10 persen; cabai rawit (0,06); jeruk (0,05 persen); cabai merah; dan sate masing-masing (0,04 persen). "Sedangkan deflasi MoM terdalam terjadi di Lampung Timur yaitu, 0,37 persen," tandasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article