Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Itera Resmi Punya ULD, Ini Fokus Layanan untuk Mahasiswa Disabilitas
Ilustrasi disabilitas. (IDN Times)
  • Institut Teknologi Sumatera resmi meluncurkan Unit Layanan Disabilitas dan menandatangani MoU dengan ULD Universitas Muhammadiyah Lampung untuk memperkuat pendidikan tinggi inklusif.

  • ULD Itera ditujukan untuk memfasilitasi kebutuhan mahasiswa disabilitas, sejalan dengan parameter pendidikan inklusif pemerintah yang turut memperhatikan aspek ekonomi dan disabilitas.

  • Ketua ULD Itera menekankan kepekaan tenaga pendidik, sementara ULD berperan memberi pendampingan serta dukungan agar hak dan proses belajar mahasiswa disabilitas terpenuhi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Selatan, IDN Times - Institut Teknologi Sumatera (Itera) resmi memiliki Unit Layanan Disabilitas (ULD) sebagai langkah untuk mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif. Dalam peluncuran ULD tersebut juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Itera dan ULD Universitas Muhammadiyah Lampung sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat kerja sama dan mendukung penyelenggaraan pendidikan yang inklusif.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Hadi Teguh Yudistira, menyampaikan, layanan disabilitas merupakan bagian dari upaya Itera dalam menjalankan tugas pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif.

1. Layanan disabilitas Itera diharapkan dorong pendidikan inklusif

Ilustrasi disabilitas bisa berbaur dengan orang lain(pexels.com/Kampus Production)

Menurut Hadi, Kementerian telah menetapkan sejumlah parameter pendidikan inklusif yang turut memperhatikan aspek ekonomi dan disabilitas. Hadi berharap, kehadiran layanan disabilitas di Itera diharapkan menjadi pemicu untuk terus mengembangkan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan yang inklusif.

"Itera berupaya memfasilitasi kebutuhan penyandang disabilitas melalui layanan yang mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih inklusif," ujarnya.

2. Kesadaran tenaga pendidik terhadap kebutuhan mahasiswa disabilitas

Ilustrasi disabilitas bisa punya karir(pexels.com/Marcus Aurelius)

Ketua Unit Layanan Disabilitas Itera, Winati Nurhayu, menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran tenaga pendidik di setiap program studi terhadap kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas.

Menurutnya, tenaga pendidik perlu memiliki kepekaan terhadap kondisi dan kebutuhan mahasiswa disabilitas selama mengikuti kegiatan akademik. Dengan begitu, mahasiswa penyandang disabilitas dapat mengikuti kegiatan akademik dengan baik.

"Termasuk dalam membantu mahasiswa memahami proses pembelajaran sehingga dapat mengikuti kegiatan akademik dengan baik," ucapnya.

3. Perlindungan hak pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas

ilustrasi disabilitas (pexels.com/Ivan Samkov)

Ketua Komisi Disabilitas Nasional, Dante Rigmalia, menyoroti perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas untuk memperoleh pendidikan tinggi. Ia juga mengungkap sejumlah persoalan yang masih berkaitan dengan penyandang disabilitas, termasuk kondisi dan fakta di lapangan dalam pemenuhan hak pendidikan.

Sementara itu, Ketua Unit Layanan Disabilitas Universitas Muhammadiyah Lampung, Ratna Tri Utami, menjelaskan keberadaan Unit Layanan Disabilitas (ULD) dalam mendukung mahasiswa penyandang disabilitas. Menurutnya ULD berperan memberikan pendampingan dan dukungan agar mahasiswa dapat mengikuti proses pendidikan di perguruan tinggi dengan baik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article