Lampung Selatan, IDN Times - Rambut jagung biasanya hanya berakhir sebagai limbah setelah jagung dipanen. Tapi di tangan warga Desa Branti Raya, Lampung Selatan, bagian tanaman yang kerap dibuang itu justru dikenalkan sebagai bahan teh herbal yang punya peluang jadi produk usaha.
Tak hanya rambut jagung, daun kelor, jahe, hingga buah lerak juga diperkenalkan sebagai bahan yang bisa diolah menjadi produk bernilai tambah. Inovasi ini dikenalkan tim dosen Institut Teknologi Sumatera (Itera) bersama mahasiswa KKN kepada pelaku UMKM Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Branti Raya, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.
Lewat kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), peserta tak hanya mendapat penjelasan soal potensi bahan lokal, tetapi juga diajak melihat langsung proses pengolahannya. Mulai dari sabun vegan, teh herbal, hingga minuman serbuk instan.
