Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Itera Kembangkan PhysioAnx, Alat Skrining Dini Tingkat Kecemasan
Program Studi Teknik Biomedis Itera kembangkan PhysioAnx, alat bantu skrining tingkat kecemasan (dok.humas/officialitera.ac.id)

Program Studi Teknik Biomedis Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengembangkan PhysioAnx, alat bantu skrining tingkat kecemasan yang mampu memberikan hasil secara objektif, cepat, dan non-invasif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times – Kondisi kecemasan kini bisa dideteksi lebih cepat melalui teknologi berbasis respons fisiologis tubuh. Program Studi Teknik Biomedis Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengembangkan PhysioAnx, alat bantu skrining tingkat kecemasan yang mampu memberikan hasil secara objektif, cepat, dan non-invasif.

Kini PhysioAnx memasuki tahap validasi implementasi melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Gedung C Itera. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya menyempurnakan inovasi agar dapat dimanfaatkan lebih luas di layanan kesehatan dan masyarakat.

1. Dikembangkan bersama industri dan kolaborasi lintas sektor

Program Studi Teknik Biomedis Itera kembangkan PhysioAnx, alat bantu skrining tingkat kecemasan (dok.humas/officialitera.ac.id)

Ketua Peneliti PhysioAnk Rudi Setiawan menjelaskan, dalam proses pengembangannya, PhysioAnx telah diuji pada 275 subjek melalui 573 kali pengukuran menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebagai pembanding. Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi, presisi, recall, dan F1-score di atas 96 persen serta nilai Cohen's Kappa sebesar 0,932.

Capaian tersebut menjadi dasar untuk melanjutkan validasi implementasi pada lingkungan yang lebih luas. Menurutnya, PhysioAnx bekerja dengan mengukur detak jantung, suhu kulit, dan konduktansi kulit yang berkaitan dengan aktivitas sistem saraf otonom saat seseorang mengalami kecemasan.

Dalam waktu sekitar satu menit, sistem mengolah data fisiologis secara real time untuk menghasilkan gambaran awal tingkat kecemasan sebagai informasi pendukung bagi psikolog, konselor, maupun tenaga kesehatan.

"Perangkat ini bukan alat diagnosis, melainkan sarana skrining awal yang mendukung proses pemeriksaan oleh tenaga profesional," ujarnya.

2. Mencatat akurasi di atas 96 persen

Program Studi Teknik Biomedis Itera kembangkan PhysioAnx, alat bantu skrining tingkat kecemasan (dok.humas/officialitera.ac.id)

Rudi mengatakan, inovasi tersebut dikembangkan sejak 2024 bersama mitra industri PT Entri Jaya Makmur di Solo. Menurutnya, FGD menjadi tahapan penting untuk memperoleh masukan dari calon pengguna agar penyempurnaan produk sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

FGD menghadirkan psikolog, guru bimbingan dan konseling (BK) tingkat SMP dan SMA di Kota Bandar Lampung, konselor, serta pengelola layanan konseling perguruan tinggi. Keterlibatan para pemangku kepentingan tersebut diharapkan menghasilkan masukan untuk menyempurnakan desain alat, standar operasional, mekanisme penyampaian hasil, perlindungan data, hingga sistem tindak lanjut sehingga PhysioAnx siap diimplementasikan sebagai alat bantu skrining tingkat kecemasan di berbagai lingkungan layanan.

"Pengembangan PhysioAnx merupakan kolaborasi antara akademisi, industri, dan masyarakat sebagai pengguna. Harapannya, inovasi ini tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga menjadi produk yang bermanfaat sebagai pendukung skrining kecemasan," katanya.

3. Berharap memberi dampak nyata bagi masyarakat

ilustrasi seseorang yang mengalami gangguan kecemasan (pexels.com/Pixabay)

Rektor Itera, Elfahmi berharap, PhysioAnx  menjadi inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pengembangan PhysioAnx menjadi langkah awal Itera menghadirkan produk teknologi kesehatan yang siap dimanfaatkan.

"Ini adalah sebuah langkah maju dan terobosan sebagai awal bagi Itera untuk menghasilkan lebih banyak inovasi," ujarnya.

Elfahmi menambahkan, sejalan dengan semangat yang disampaikan Presiden Prabowo, kemajuan suatu negara ditopang oleh sains dan teknologi. Karena itu, hasil riset perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi harus dapat diproduksi dan dimanfaatkan untuk mendukung layanan kesehatan.

Ia juga menilai teknologi sensor yang dikembangkan dalam PhysioAnx berpotensi menjadi fondasi bagi pengembangan berbagai perangkat biomedis lainnya di Itera.

Sementara itu, Kepala Pusat Implementasi Inovasi Itera, Deni Subara, menyampaikan PhysioAnx merupakan salah satu inovasi dosen Itera yang memiliki potensi kuat untuk dimanfaatkan lebih luas. Ia berharap kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat transformasi hasil riset menjadi produk yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article