Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Investasi Bandar Lampung Tembus Rp2,37 Triliun Semester I 2026

Bandar Lampung
Investasi Bandar Lampung Tembus Rp2,37 Triliun Semester I 2026
ilustrasi investasi (pexels.com/George Morina)
Intinya Sih
  • Realisasi investasi Bandar Lampung mencapai Rp2,378 triliun hingga Semester I 2026, setara 52,85 persen dari target tahunan Rp4,5 triliun.
  • Pemkot optimistis target 2026 tercapai atau terlampaui, setelah realisasi investasi 2025 sebesar Rp3,8 triliun melampaui target yang ditetapkan.
  • DPMPTSP mengandalkan perizinan digital melalui OSS dan SiCantik Cloud, serta meminta pelaku usaha rutin melaporkan LKPM untuk memantau investasi dan menyusun kebijakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times – Realisasi investasi di Kota Bandar Lampung mencapai Rp2,378 triliun hingga akhir Semester I 2026. Nilai tersebut setara 52,85 persen dari target investasi tahun ini yang dipatok sebesar Rp4,5 triliun.

Kepala DPMPTSP Kota Bandar Lampung, Febriana, mengatakan capaian tersebut membuat pemerintah daerah optimistis target investasi 2026 dapat terpenuhi. Bahkan berpeluang melampaui target seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya.

"Target investasi Kota Bandar Lampung pada 2026 sebesar 4,5 triliun. Sampai dengan Juni realisasinya sudah mencapai 2,378 triliun atau sekitar 52,85 persen dari target," ujarnya, Jumat (7/8/2026).

1. Optimistis lampaui target seperti 2025

IMG-20260112-WA0002.jpg
Kepala DMPTSP Bandar Lampung, Febriana. (IDN Times/Muhaimin)

Febriana menjelaskan, realisasi investasi Bandar Lampung pada 2025 berhasil mencapai Rp3,8 triliun atau melampaui target yang ditetapkan pemerintah.

Capaian itu menjadi modal optimisme untuk kembali mencatatkan realisasi investasi di atas target pada tahun ini.

"Mudah-mudahan di akhir tahun nanti bisa tercapai 100 persen, bahkan kalau memungkinkan bisa melampaui target seperti tahun lalu. Apalagi target tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya," katanya.

2. Pelayanan perizinan serba digital

ilustrasi digital marketing
ilustrasi digital marketing (unsplash.com/Scott Graham)

Menurut Febriana, peningkatan investasi tidak lepas dari kemudahan layanan perizinan yang kini semakin terdigitalisasi. Pelaku usaha dapat mengurus berbagai perizinan tanpa harus datang langsung ke kantor.

Perizinan berusaha dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Sedangkan berbagai izin lain, termasuk izin praktik, diproses melalui aplikasi SiCantik Cloud dan layanan digital lainnya.

"Prinsipnya kami memberikan kemudahan kepada masyarakat dan pelaku usaha. Sekarang hampir seluruh pelayanan sudah dilakukan secara online, sehingga masyarakat yang tidak memiliki waktu datang ke kantor tetap bisa mengurus perizinan dari mana saja," jelasnya.

3. Pelaku usaha diminta rutin laporkan investasi

Ilustrasi laporan investasi (pexel.com/fauxels)
Ilustrasi laporan investasi (pexel.com/fauxels)

Selain mempercepat layanan perizinan, DPMPTSP juga mengingatkan pelaku usaha untuk rutin menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) melalui sistem OSS.

Menurut Febriana, laporan tersebut menjadi dasar pemerintah memantau perkembangan investasi sekaligus menyusun kebijakan untuk memperkuat iklim investasi di Bandar Lampung.

"Dengan pelaporan yang dilakukan secara berkala, kami bisa memantau perkembangan kegiatan penanaman modal yang dilakukan pelaku usaha. Data itu juga menjadi dasar dalam menyusun kebijakan untuk meningkatkan iklim investasi di Bandar Lampung," jelasnya.

Ia menambahkan, kemudahan layanan, digitalisasi perizinan, dan kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan laporan investasi diharapkan mampu menjaga kepercayaan investor.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan investasi juga diharapkan membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan masyarakat melalui berkembangnya berbagai aktivitas usaha.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More