Ilustrasi inflasi (Foto: IDN Times)
Sabiel mengatakan, jika dilihat secara tahunan atau year-on-year (y-on-y), Provinsi Lampung mencatatkan inflasi sebesar 2,46 persen pada Juni 2026 dibandingkan Juni 2025. Capaian inflasi tahunan ini tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun sebelumnya (Juni 2025) yang mencapai 2,27 persen.
Jika dirinci berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mengalami inflasi tahunan tertinggi sebesar 9,91 persen dengan andil 0,63 persen. Namun demikian, kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan adalah kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang mencatatkan inflasi sebesar 5,19 persen dengan andil mencapai 1,75 persen.
Di sisi lain, kelompok Pendidikan menjadi kelompok dengan deflasi terdalam secara tahunan, yaitu sebesar 17,93 persen dengan andil deflasi mencapai 1,18 persen.
Secara komoditas, lima penyumbang andil inflasi tahunan terbesar pada Juni 2026 adalah emas perhiasan dengan andil 0,43 persen, disusul bensin (0,23 persen), minyak goreng (0,19 persen), daging ayam ras (0,19 persen), dan bawang merah (0,16 persen). Adapun lima komoditas yang menahan laju inflasi tahunan adalah tarif Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan andil deflasi -0,84 persen, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar -0,39 persen, makanan hewan peliharaan (-0,05 persen), telur ayam ras (-0,03 persen), dan celana panjang jeans pria (-0,02 persen).