Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ekspor Lampung Turun 15,53 Persen tapi Surplus Dagang Tetap Terjaga
Ilustrasi ekspor-impor. (Dok. Kementerian Keuangan)
  • Ekspor Lampung pada Mei 2026 turun 15,53 persen menjadi US$477,52 juta, namun sebagian besar pengiriman tetap dilakukan melalui pelabuhan di provinsi tersebut.
  • Amerika Serikat menjadi tujuan utama ekspor Lampung dengan nilai US$344,26 juta, didominasi komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati sebagai penyumbang terbesar.
  • Meski impor naik 27,62 persen pada Mei 2026, Lampung masih mencatat surplus perdagangan luar negeri sebesar US$251,32 juta berkat nilai ekspor yang lebih tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Nilai ekspor Provinsi Lampung Mei 2026 menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski begitu, kinerja perdagangan luar negeri daerah ini masih mencatat hasil positif dengan surplus neraca perdagangan.

Hal ini merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung. Data BPS menunjukkan penurunan ekspor tersebut terjadi di tengah kenaikan impor secara tahunan.

Di sisi lain, Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama ekspor Lampung. Sementara komoditas lemak dan minyak hewan maupun nabati tetap mendominasi pengiriman ke pasar internasional.

1. Ekspor turun 15,53 persen, mayoritas dikirim lewat pelabuhan Lampung

ilustrasi ekspor (pexels.com/Mark Stebnicki)

Nilai ekspor Lampung Mei 2026 tercatat sebesar US$477,52 juta atau turun 15,53 persen dibandingkan Mei 2025 yang mencapai US$565,33 juta. Secara kumulatif, ekspor selama Januari–Mei 2026 mencapai US$2.362,99 juta atau turun 5,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$2.491,01 juta.

Meski menurun, sebagian besar aktivitas ekspor masih dilakukan melalui pelabuhan di Lampung. Sebanyak 82,20 persen atau senilai US$1.942,32 juta dari total ekspor kumulatif Januari–Mei 2026 dikirim melalui pelabuhan di dalam provinsi.

Sedangkan sisanya sebesar US$420,67 juta atau 17,80 persen melalui pelabuhan di luar Lampung.

2. Amerika Serikat jadi tujuan utama ekspor

Ilustrasi aktivitas ekspor impor (unsplash.com/Andy Li)

Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor terbesar Lampung sepanjang Januari–Mei 2026 dengan nilai US$344,26 juta atau 14,57 persen dari total ekspor. Posisi berikutnya ditempati Tiongkok sebesar US$304,23 juta atau 12,87 persen dan Belanda sebesar US$224,70 juta atau 9,51 persen.

Komoditas yang paling banyak diekspor ke tiga negara tersebut didominasi golongan lemak dan minyak hewan maupun nabati. Secara keseluruhan, tiga komoditas ekspor terbesar Lampung ialah lemak dan minyak hewan/nabati senilai US$1.026,96 juta atau 43,46 persen dari total ekspor.

Kemudian disusul bahan bakar mineral sebesar US$386,32 juta atau 16,35 persen, serta kopi, teh, dan rempah-rempah senilai US$313,02 juta atau 13,25 persen.

3. Impor naik, tapi perdagangan masih surplus

Ilustrasi pemeriksaan barang impor oleh Bea Cukai. (dok. Bea Cukai)

Sementara itu, nilai impor Lampung pada Mei 2026 mencapai US$226,21 juta atau naik 27,62 persen dibandingkan Mei 2025. Namun, secara kumulatif Januari–Mei 2026, nilai impor justru turun 26,98 persen menjadi US$715,47 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$979,84 juta.

Jerman menjadi negara asal impor terbesar dengan nilai US$156,09 juta yang didominasi komoditas kapal, perahu, dan struktur terapung. Disusul Amerika Serikat sebesar US$132,55 juta dengan komoditas utama kereta api, trem, dan bagiannya, serta Australia sebesar US$76,36 juta dengan komoditas binatang hidup.

Adapun tiga komoditas impor terbesar ialah kapal, perahu, dan struktur terapung senilai US$149,50 juta atau 20,90 persen, ampas dan sisa industri makanan sebesar US$84,86 juta atau 11,86 persen, serta pupuk senilai US$77,78 juta atau 10,87 persen.

Dengan nilai ekspor yang masih lebih tinggi dibandingkan impor, Lampung membukukan surplus neraca perdagangan luar negeri sebesar US$251,32 juta pada Mei 2026, meski lebih rendah dibandingkan surplus pada Mei 2025 yang mencapai US$388,08 juta.

Curated For You

Editorial Team

Related Article