Dipicu Cekcok Mulut, Suami di Lampung Tengah Tembak Istri Pakai Senpi

- Seorang suami menembak istrinya sendiri di Lampung Tengah, Selasa (1/10/2024).
- Insiden dipicu keributan cekcok mulut antara pelaku dan korban di kediaman keduanya.
- Korban langsung dibawa ke Klinik Dhuha dan dirujuk ke Rumah Sakit Yukum Medical Centre, sementara pelaku kabur.
Lampung Tengah, IDN Times - Seorang suami menembak istrinya sendiri di Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (1/10/2024). Insiden ini ditengarai keributan cekcok mulut antar pelaku dengan korban.
Pelaku penembakan Muhammad Rifai (24) dan korban merupakan istrinya sendiri Yeni (20) warga Kampung Surabaya Ilir, Kecamatan Bandar Surabaya, Lampung Tengah.
"Iya, kemarin kita bersama tim Inafis, Tekab, dan Polsek sudah langsung melakukan olah TKP," ujar Kasatreskrim Polres Lampung Tengah, AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurnia dikonfirmasi, Rabu (2/10/2024).
1. Tembakan mengenai lengan kanan korban

Dijelaskan Nikolas, peristiwa penembakan melibatkan pelaku dan korban ini berlangsung di kediaman keduanya di Kampung Surabaya Ilir, Selasa (1/10/2024) sekitar pukul 08.00 WIB.
Dari keterangan saksi-saksi, diduga insiden ini dipicu lantaran terjadi keributan cekcok mulut antara pelaku Rifai dan korban Yeni.
"Di tengah keributan ini, pelaku mengeluarkan tembakan menggunakan senjata api laras pendek, hingga peluru mengenai lengan bagian kanan korban Yeni," ungkapnya.
2. Korban jalani perawatan medis intensif di RS Yukum Medical Centre

Pascaperistiwa tersebut, Nikolas melanjutkan, Yeni langsung dibawa masyarakat setempat ke Klinik Dhuha terletak di Kampung Surabaya Ilir, Bandar Surabaya. Kemudian korban dirujuk di Rumah Sakit Yukum Medical Centre (YMC), Lampung Tengah.
"Iya korban dilakukan tindakan medis untuk menjalani operasi di RS YMC," jelasnya.
3. Polisi masih buru pelaku

Nikolas menambahkan, pelaku M Rifai langsung kabur setelah aksi penembakannya diketahui hingga warga setempat mulai berdatangan ke tempat kejadian perkara (TKP).
Alhasil, petugas kepolisian kini masih memburu keberadaan sekaligus menangkap pelaku, guna bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya terhadap korban.
"Mohon waktu, ini (asal muasal senpi) nanti ya kita masih melakukan pendalaman dan fokus menangkap pelaku," tandas kasatreskrim.



















