Cara Pertamina Antisipasi Cuaca Buruk di Lampung saat Kirim BBM

- Cuaca buruk menghambat distribusi BBM di Lampung selama Nataru 2024-2025.
- Pertamina menyiapkan alternatif suplai, fokus jalur wisata, dan perhatian khusus di SPBU.
- Kesiapan SPBU, uji tera, sinergi dengan Hiswana Migas untuk pengawasan distribusi BBM selama Nataru.
Bandar Lampung, IDN Times - Cuaca buruk menjadi perhatian Pertamina Patra Niaga (PPN) Sumbagsel saat periode libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) di Lampung. Pasalnya, cuaca buruk dapat menghambat proses distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi ke Lampung.
Terkait hal tersebut, Yardinal selaku Senior Manager Operation & Manager PPN Sumbagsel mengatakan, selama periode Satgas Nataru, berbagai persiapan dan antisipasi terkait distribusi BBM siap diimplementasikan. Ia tak menampik, Terminal BBM Panjang Kota Bandar Lampung menjadi pusat utama distribusi BBM di Lampung.
"Dalam rangka Satgas Nataru persiapkan titik suplai alternatif lainnya jaraknya lebih dekat ke Lampung. Ada dua terminal di Banten jadi alternatif suplai. Ada juga dari Tanjung Selong," ujarnya dalam konferensi pers Satgas Nataru di Taman Santap Rumah Kayu, Sabtu (14/12/2024).
Alternatif lainnya imbuh Yardinal, ada loading storage kapal tangker di Teluk Semaka Tanggamus berfungsi sebagai supply poin. "Berbagai antisipasi ini diharapkan tambah keyakinan rencana supply (BBM) sesuai perencanaan dan distribusi ke SPBU dan SPBE sesuai jadwal," urainya.
1. Antisipasi jalur wisata untuk pengiriman BBM

Selain berbagai alternatif alur distribusi BBM mengantisipasi cuaca buruk di Lampung, Pertamina juga fokus jalur wisata saat periode Nataru. Itu juga terkait pengiriman BBM ke SPBU yang lokasinya dekat tempat wisata.
Bima Kusuma Aji, Sales Area Manager PPN Lampung menjelaskan, ada lima jalur wisata jadi fokus perhatian Pertamina untuk pengiriman BBM. Rinciannya, Lembah Hijau Bandar Lampung, area pantai di Pesawaran, Kalianda, Pantai Pasir Putih, dan Pulau Pahawang.
"Beri prioritas pengiriman BBM. Jika diperlukan ada SPBU kantong. Kami akan monitor khusus pengiriman (BBM) di jalur wisata," terangnya.
Bima menambahkan, di SPBU Jalan Tol Trans Sumatera ruas Lampung pun jadi fokus perhatian selama periode Nataru. Di ruas tol Lampung, ada 10 SPBU beroperasi di Jalur A dan B.
"Di sana ada fasilitas tambahan, tambah tiga operator di setiap SPBU. Tujuannya, untuk hindari kelelahan para operator eksisting yang bekerja melayani pembelian BBM," ujar pria berkacamata ini.
2. Fasilitas di SPBU jadi perhatian

Fasilitas di SPBU selama periode libur Nataru juga jadi perhatian PPN. Region Manager Retail Sales Sumbagsel, Drestanto Nandiwardhana menjelaskan, pihaknya meminta dan memastikan kesiapan SPBU melayani masyarakat membeli BBM. Ada beberapa poin jadi perhatian Pertamina.
Apa saja kesiapan SPBU? Ia menjabarkan, memastikan aspek safety SPBU peralatan apar dan kesiapan operator gunakan alat. Lalu kualitas dan kuantitas BBM. Begitu juga sarana dan prasarana seperti musala, toilet dan minimarket saat beroperasi baik.
"Digitalisasi dan CCTV berfungsi dengan baik. Salah satu elemen cukup penting. Bahkan, kami dorong SPBU di lokasi strategis jumlahnya ada 81 di Sumbagsel bisa perpanjang waktu operasional 24 jam. Agar masyarakat lakukan perjalanan selama Nataru gak kesulitan dapat BBM," urai Destranto.
Lebih lanjut disampaikannya, berbagai poin sarana dan prasarana wajib tersedia dan beroperasi di SPBU tersebut sudah dicek tim sales force keliling ke berbagai SPBU. Bahkan, ia mengklaim, Erwin Dwiyanto selaku Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel ikut meninjau SPBU persiapan melayani masyarakat saat Nataru.
3. Uji tera kualitas BBM tiap hari dilakukan

Erwin mengatakan, memastikan kualitas BBM melalui uji tera atau uji petik juga telah dilakukan di berbagai SPBU jelang Nataru.
"SPBU itu punya alatnya. Pengecekan (uji tera) salah satu kewajiban SPBU tiap hari terhadap produk sebelum disalurkan. 21 November lalu di wilayah Bandar Lampung juga uji tera. Kabupaten/kota lain internal cek," ujarnya
Khusus event-event tertentu seperti jelang Nataru, Erwin mengatakan, Pertamina akan inspeksi mendadak ke SPBU. "Selain SPBU wajib rutin cek harian, kami sidak untuk pastikan tera masih berlaku dan hasil pengujian masih penuhi ketentuan," tegasnya.
Ia juga berharap, masyarakat membeli BBM di outlet resmi Pertamina, SPBU dan Pertashop. Begitu juga beli lpg di pangkalan resmi atau agen. Selain jamin harga, jamin kualitas dan keamanan. BBM dan LPG jgn ditimbun karena bahan berbahaya, eliminir korban jiwa dan kejadian," papar Erwin.
4. Perlu sinergi

Didik Cahyono, Ketua DPP Hiswana Migas Sumbagsel menyatakan, pihaknya selalu menjadi mitra PPN khususnya kegiatan Satgas Nataru setiap tahun. Ia bilang, selalu mendukung program Pertamina untuk sektor BBM dan LPG.
"Jauh-jauh hari sudah koordinasi dengan anggota. Saat program bergulir kami siap tindaklanjuti dan implementasikan menyangkut satgas nataru," jelasnya.
Didik menambahkan, saat periode khusus seperti Nataru, Pertamina, Hiswana Migas, pemda dan aparat penegak hukum perlu sinergi. Tujuannya, pengawasan dan penertiban agar penyaluran BBM selama masa Nataru di Sumbagsel aman dan lancar.


















