Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Belum Ketemu, Pencarian Penumpang KMP Batumandi Zora yang Hilang Ditutup
Tim SAR gabungan menggelar pencari korban Zora Panasea Martauli Ompusunggu pada hari ketujuh. (Dok. Basarnas Lampung).
  • Operasi pencarian penumpang KMP Batumandi bernama Zora Panasea Martauli Ompusunggu resmi dihentikan setelah tujuh hari tanpa hasil di perairan sekitar Pulau Panjurit, Lampung Selatan.
  • Tim SAR gabungan telah menyisir wilayah hingga Pulau Sebuku dan Pulau Sebesi menggunakan RIB 02 berdasarkan analisis SAR Map Prediction, namun tidak menemukan tanda-tanda korban.
  • Kendala utama selama operasi meliputi arus bawah laut kuat dan sinyal komunikasi terbatas, sementara Basarnas tetap membuka kemungkinan pencarian kembali jika ada temuan baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Selatan, IDN Times - Operasi pencarian terhadap penumpang dilaporkan terjatuh dari KMP Batumandi di perairan sekitar Pulau Panjurit, Kabupaten Lampung Selatan resmi dihentikan setelah berlangsung selama tujuh hari.

Korban atas nama Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19), warga Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) belum berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.

"Benar, kemarin keputusan penghentian operasi diambil setelah tim SAR gabungan bersama keluarga korban melakukan evaluasi pada hari ketujuh pencarian," ujar Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara dikonfirmasi, Jumat (17/7/2026).

1. Pencarian diperluas hingga Pulau Sebuku dan Pulau Sebesi

Tim SAR gabungan menggelar pencari korban Zora Panasea Martauli Ompusunggu pada hari ketujuh. (Dok. Basarnas Lampung).

Dalam hari terakhir operasi, tim SAR Gabungan kembali melakukan penyisiran menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 di wilayah yang diperkirakan menjadi lokasi hanyutnya korban berdasarkan analisis SAR Map Prediction.

Area pencarian meliputi perairan sekitar Pulau Sebuku dan Pulau Sebesi di Selat Sunda. Namun hingga sore hari, tim tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

"Seluruh unsur yang terlibat pencarian ini, akhirnya sepakat menutup operasi sesuai prosedur setelah berbagai upaya pencarian tidak membuahkan hasil," ucap Rezie.

2. Operasi dihentikan, korban dinyatakan hilang

Tim SAR gabungan menggelar pencari korban Zora Panasea Martauli Ompusunggu pada hari ketujuh. (Dok. Basarnas Lampung).

Mewakili Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung, Rezie melanjutkan, seluruh kemampuan terbaik tim SAR gabungan telah dikerahkan selama tujuh hari pencarian.

Menurutnya, tim telah melakukan penyisiran permukaan laut, analisis pergerakan korban menggunakan SAR Map Prediction, hingga berkoordinasi dengan berbagai instansi dan nelayan di sekitar lokasi.

"Berdasarkan hasil evaluasi dan kesepakatan bersama keluarga, Operasi SAR resmi dihentikan dan dinyatakan selesai dengan hasil korban dinyatakan hilang. Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, Basarnas siap membuka kembali operasi pencarian," tegasnya.

3. Cuaca dan arus bawah laut menjadi kendala

Tim SAR gabungan menggelar pencari korban Zora Panasea Martauli Ompusunggu pada hari ketujuh. (Dok. Basarnas Lampung).

Selama operasi berlangsung, Rezie pencarian melibatkan personel Pos SAR Bakauheni, Ditpolairud Polda Lampung, Satpolairud Polres Lampung Selatan, TNI AL Kalianda, ASDP Bakauheni, serta keluarga korban.

Selain itu, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan di antaranya arus bawah laut yang cukup kuat dan keterbatasan sinyal komunikasi di area pencarian. Basarnas Lampung juga mengimbau nelayan maupun masyarakat beraktivitas di sekitar Pulau Sebuku dan Pulau Sebesi, agar segera melapor melalui Call Center Basarnas 115 atau Com Center Basarnas Lampung 0812-8004-8006 bila menemukan tanda-tanda diduga berkaitan dengan korban.

"Dengan berakhirnya operasi, seluruh personel SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing disertai apresiasi atas dedikasi dan kerja sama selama proses pencarian," imbuh Danpos.

Curated For You

Editorial Team

Related Article