Banjir Kembali Rendam Bandar Lampung, Warga Desak Solusi Nyata!

- Hujan deras sejak Selasa sore menyebabkan hampir seluruh wilayah Bandar Lampung terendam banjir, melumpuhkan aktivitas warga dan arus lalu lintas di berbagai kecamatan.
- Warga mengeluhkan drainase buruk yang tak mampu menampung debit air hujan, membuat genangan cepat meluas hingga merendam rumah serta memutus akses jalan perumahan.
- Sejumlah warga mendesak Pemerintah Kota Bandar Lampung segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi banjir berulang yang semakin parah setiap musim hujan.
Bandar Lampung, IDN Times - Banjir kembali menggenangi hampir seluruh wilayah Kota Bandar akibat diguyur hujan deras sejak Selasa (14/4/2026) sore. Genangan air tak hanya merendam rumah warga, tetapi juga melumpuhkan aktivitas dan arus lalu lintas.
Berdasarkan informasi dihimpun IDN Times, banjir dilaporkan meluas ke hampir seluruh kecamatan, seperti Kedamaian, Sukarame, Rajabasa, Teluk Betung, Sukabumi, Kedaton, Antasari, hingga Tanjung Senang. Kondisi ini sebagian besar diduga akibat buruknya sistem drainase tidak mampu mengalirkan debit air hujan secara optimal.
Dari pantauan, hujan masih terus turun hingga Rabu (15/4/2026) dini hari. Genangan air di beberapa wilayah semakin meluas dan mulai merendam sejumlah ruas jalan utama, menyebabkan arus lalu lintas tersendat.
1. Warga keluhkan akses jalan terputus

Danu (22), seorang mahasiswa perguruan tinggi di Bandar Lampung mengaku terpaksa menerjang genangan air di ruas jalan menuju kediamannya di wilayah Tanjung Senang. Alhasil, kendaraan roda dua milikmya mogok di tengah jalan.
"Ya, mau bagaimana lagi sudah keliling-keliling cari jalan alternatif masih saja banjir di mana-mana. Mau tunggu hujan sampai reda, tidak ada tanda-tanda berhenti," ucapnya dimintai keterangan.
2. Sebut banjir datang lebih cepat

Warga Rajabasa, Saskia (25) mengatakan, banjir kali ini datang lebih cepat dibanding biasanya. Sebab, intensitas hujan deras berlangsung dalam kurun waktu cukup lama mengakibatkan drainase di wilayah pemukimannya meluap.
Akibatnya, akses jalan menuju perumahan harus terputus. Lebih dari itu, air juga disebut mulai menggenangi linkungan setempat.
“Baru sebentar hujan, air langsung naik tinggi. Ini jarang terjadi separah ini. Kalau sudah begini, kami sekeluarga biasanya mulai siaga takut air tiba-tiba masuk rumah," katanya.
3. Desak langkah kongkret Pemkot Bandar Lampung

Kondisi berbeda dialami Saputra (31), warga Sukarame. Ia menjelaskan, air mulai masuk ke dalam rumahnya sehingga ia bersama keluarga harus segera menyelamatkan barang-barang.
“Airnya terus naik, kami langsung angkat barang ke tempat yang lebih tinggi. Takut makin parah,” katanya.
Berkaca dari kondisi ini, ia mendesak langkah konkret dari Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap berulang. "Jangan tutup mata, bisa tenggelam Bandar Lampung ini banjir terus-menerus," imbuhnya.


















