Apakah Penerimaan Anggota Polri ada Praktik Kotor? Ini kata Kapolda

- Penerimaan anggota Polri bergulir setiap tahun, termasuk penerimaan terpadu Anggota Polri tahun anggaran 2025 di Polda Lampung
- Proses rekrutmen anggota Polri tidak dipungut biaya dan Kapolda Lampung menolak praktik penyimpangan serta nepotisme dalam seleksi
- Kapolda meminta peserta dan orang tua melaporkan praktik yang mengiming-imingi kelulusan sebagai anggota Polri, serta berkomitmen menjunjung tinggi prinsip "Betah" dalam proses penerimaan
Bandar Lampung, IDN Times - Penerimaan anggota Polri bergulir setiap tahun. Termasuk penerimaan terpadu Anggota Polri tahun anggaran 2025 di Polda Lampung,
Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika menyatakan, proses perekrutan anggota Polri mulai dari calon proses administrasi hingga dilantik menjadi anggota Polri, tidak dipungut biaya alias gratis.
1. Tidak akan mentolerir setiap temuan praktik "kotor"

Helmy menolak tegas segara praktik penyimpanan dalam proses seleksi nantinya. "Saya berharap tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan atau kolusi nepotisme antara panitia dengan peserta seleksi atau dengan pihak lainnya," tegas dia saat memimpin kegiatan penandatanganan pakta integritas, Jumat (7/3/2025)..
Ia mengatakan, tidak akan mentolerir setiap temuan praktik "kotor" dalam proses penerimaan anggota Polri, sehingga bakal menindak tegas para pelakunya. "Apabila ditemukan, maka saya tidak akan segan-segan untuk bertindak tegas dan melakukan tindakan hukum, dan yang pasti peserta akan dinyatakan diskualifikasi," tukas jenderal bintang dua tersebut.
2. Laporkan bila ada pihak imingi kelulusan sebagai anggota Polri

Kapolda meminta kepada seluruh peserta dan para wali atau orang tua, agar segera melaporkan tatkala ditemukan pihak-pihak yang mengiming-imingi kelulusan sebagai anggota Polri.
"Saya juga minta kepada para peserta bisa persiapkan diri sebaik mungkin, berikan yang terbaik pada setiap sesi seleksinya nanti agar bisa menjadi anggota Polri kebanggaan masyarakat," tandas Helmy.
3. Usung konsep "Betah"

Helmy menjelaskan, Polda Lampung berkomitmen menjunjung tinggi prinsip "Betah" notabene anonim Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis dalam proses penerimaan anggota Polri tahun anggaran 2025.
"Saya selaku pimpinan Polda Lampung berkomitmen dan mengajak seluruh panitia, peserta dan orang tua peserta seleksi agar melaksanakan pakta integritas dan sumpah yang baru saja dibacakan dan ditandatangani. Sehingga pelaksanaan rekrutmen ini berjalan sesuai dengan prinsip Betah yakni bersih, transparan, akuntabel dan humanis, serta clean and clear," ujar pria hobi bermain gitar ini.


















