Bandar Lampung, IDN Times - Sektor pertanian Lampung selama bertahun-tahun menghadapi persoalan mendasar. Mulai dari tata niaga yang tidak berpihak kepada petani, distribusi pupuk yang tidak optimal, hingga rendahnya produktivitas pertanian.
Akibat kondisi tersebut, kesejahteraan petani berjalan lambat dan berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia di daerah.
"Dulu petani kita hanya bertani untuk bertahan hidup. Harga gabah rendah, pupuk sulit, harga hasil panen jatuh saat musim panen raya, sementara keuntungan petani sangat kecil," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Rabu (27/5/2026).
