Angin Kencang di Bandar Lampung, BMKG Imbau Waspada

- BMKG mengingatkan nelayan Lampung untuk waspada terhadap angin kencang dan gelombang tinggi di perairan.
- Angin kencang dapat mencapai 20 knot dengan tinggi gelombang 1,25 hingga 2 meter, berdampak pada aktivitas nelayan.
- Kondisi angin kencang diprediksi bertahan hingga tujuh hari ke depan, BMKG meminta masyarakat memantau informasi resmi terkait cuaca.
Bandar Lampung, IDN Times – Memasuki musim pancaroba, BMKG mengingatkan masyarakat, terutama para nelayan, agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang tengah melanda wilayah perairan Lampung.
Neneng Kusrini, Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Panjang mengatakan saat ini kecepatan angin di kawasan pesisir Barat (Pesibar) dan Lampung Selatan (Lamsel) dapat mencapai hingga 20 knot. "Angin tersebut membuat tinggi gelombang sekitar 1,25 hingga 2 meter," katanya.
1. Nelayan diminta waspada

Neneng mengimbau kepada para nelayan yang hendak turun melaut harus waspada terhadap angin kencang yang sedang berhembus, terutama untuk kapal kecil.
“Angin kencang dan gelombang tinggi ini cukup berdampak pada aktivitas nelayan. Kapal kecil sangat disarankan untuk berhati-hati, sementara kapal besar masih aman untuk berlayar,” jelasnya.
2. Prediksi angin kencang selama tujuh hari kedepan

Berdasarkan data BMKG, Neneng mengungkapkan kondisi angin kencang diprediksi akan bertahan setidaknya hingga tujuh hari ke depan.
BMKG meminta masyarakat untuk terus memantau informasi resmi terkait cuaca melalui kanal BMKG sebelum melakukan aktivitas di laut. “Dengan begitu, nelayan bisa merasa lebih aman dan mendapatkan informasi yang akurat sebelum berangkat melaut,” imbuhnya.
3. Waspadai banjir rob

Selain angin kencang BMKG juga meminta warga untuk waspada terhadap banjir rob. Dimana, wilayah yang terdampak meliputi Bandar Lampung, Pesawaran, Lampung Selatan, Pesisir Barat, dan Tanggamus.
“Banjir rob kali ini disebabkan oleh faktor astronomis saat bulan purnama. Fenomena ini bisa mencapai ketinggian 1,6 meter dan terjadi sekitar 10 kali setahun. Banjir rob biasanya terjadi pada malam hari selama 5-6 jam," ungkapnya.
BMKG mengimbau masyarakat di pesisir agar waspada terhadap genangan yang berpotensi menyebabkan kerusakan. "Sebaiknya barang-barang diletakkan di tempat yang lebih tinggi untuk mengurangi dampak kerusakan," tuturnya.



















