Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Anggaran KIP Kuliah Naik, Itera Dukung Akses Kuliah Merata
Institut Teknologi Sumatra (Dok.Itera)
  • Pemerintah menaikkan anggaran KIP Kuliah dari Rp6,5 triliun pada 2020 menjadi Rp14,9 triliun pada 2025 untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa kurang mampu di seluruh Indonesia.
  • Itera mendukung penuh kebijakan ini dengan 3.397 mahasiswanya sebagai penerima manfaat, menilai program tersebut sebagai langkah nyata pemerataan kesempatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
  • Mulai 2025, distribusi penerima KIP Kuliah disesuaikan dengan data ekonomi dan jalur seleksi nasional, memastikan prioritas bagi siswa miskin serta transparansi melalui kanal pengaduan publik resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah meningkatkan anggaran Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dari Rp6,5 triliun pada 2020 menjadi Rp14,9 triliun pada 2025 untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa kurang mampu.
  • Who?
    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di bawah Menteri Brian Yuliarto serta Institut Teknologi Sumatera (Itera) yang mendukung kebijakan ini melalui pernyataan Rektor I Nyoman Pugeg Aryantha.
  • Where?
    Kebijakan berlaku secara nasional di seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta Indonesia, dengan laporan dukungan disampaikan dari Kampus Itera di Bandar Lampung.
  • When?
    Kenaikan anggaran berlangsung bertahap hingga tahun 2025, dengan skema distribusi baru mulai diterapkan pada tahun tersebut untuk penerima KIP Kuliah.
  • Why?
    Peningkatan anggaran dilakukan untuk menjamin pemerataan kesempatan kuliah bagi siswa berprestasi dari keluarga miskin dan rentan miskin agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi secara merata di seluruh Indonesia.
  • How?
    Pemerintah menyalurkan dana berdasarkan data pemegang Kartu Indonesia Pintar dan DTKS/PPKE Desil 3. Kuota PTN ditentukan pusat, sedangkan PTS melalui LLDikti sesuai daya tampung dan akreditasi program
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times – Pemerintah berkomitmen memperluas akses pendidikan tinggi lewat peningkatan anggaran Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mencatat anggaran KIP Kuliah melonjak signifikan dari Rp6,5 triliun pada 2020 menjadi Rp14,9 triliun pada 2025.

Kenaikan ini diiringi peningkatan jumlah penerima manfaat yang ditargetkan mencapai 1.044.921 mahasiswa di seluruh Indonesia. Langkah tersebut mendapat dukungan penuh dari Institut Teknologi Sumatera. Rektor Itera, I Nyoman Pugeg Aryantha.

Rektor menilai, peningkatan anggaran itu sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, hingga semester ganjil tahun akademik 2025/2026, sebanyak 3.397 mahasiswa Itera tercatat sebagai penerima manfaat KIP Kuliah.

1. Pemerintah pastikan program berkelanjutan

Kampus Institut Teknologi Sumatra (Itera) (Dok.Itera)

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan pemerintah akan terus mengawal keberlanjutan program tersebut agar anggaran tidak berkurang dan pelaksanaannya semakin optimal. Menurut dia, KIP Kuliah merupakan instrumen strategis untuk menjamin pemerataan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.

“Kami akan terus memperluas akses pendidikan melalui program KIP Kuliah yang menjadi jembatan harapan bagi siswa berprestasi dengan keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan studi hingga lulus pendidikan tinggi,” ujar Brian dalam siaran pers.

2. Skema distribusi baru mulai 2025

Institut Teknologi Sumatra (Itera) (Dok.Itera)

Brian menjelaskan, mulai 2025, distribusi penerima KIP Kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) diberikan berdasarkan jumlah pemegang Kartu Indonesia Pintar SMA/sederajat atau peserta yang terdata dalam DTKS/PPKE maksimal Desil 3 yang lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), serta telah terdaftar dalam sistem KIP Kuliah sebelum mengikuti seleksi.

"Adapun untuk perguruan tinggi swasta (PTS), kuota didistribusikan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) berdasarkan daya tampung dan akreditasi program studi di masing-masing wilayah kerja," jelasnya.

3. Siswa dari keluarga miskin dan rentan miskin jadi prioritas utama penerima KIP Kuliah

Institut Teknologi Sumatra (Itera) (Dok.Itera)

Menurutnya, kebijakan tersebut menempatkan siswa dari keluarga miskin dan rentan miskin sebagai prioritas utama penerima KIP Kuliah, sekaligus memberi peluang lebih besar bagi mereka untuk mengakses program studi unggulan, baik di PTN maupun PTS.

Brian menyebut, dengan peningkatan anggaran, perluasan sasaran, dan penyempurnaan kebijakan, KIP Kuliah terus menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan. "Pemerintah memastikan akses pendidikan tinggi tetap terbuka dan semakin luas bagi generasi muda di seluruh Indonesia. Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas program, Kemdiktisaintek membuka kanal pengaduan publik melalui laman lapor.go.id." imbuhnya.

Editorial Team