Bandar Lampung, IDN Times - Desa saat ini bukan lagi sekadar unit administratif paling kecil, melainkan fondasi utama menggerakkan roda perekonomian daerah. Dari desa, aktivitas produksi, distribusi, hingga konsumsi masyarakat berjalan secara nyata.
Sebab itu, pengelolaan keuangan dan aset yang baik memang harus dimulai dari tingkat desa. Ketika desa mampu mencatatkan surplus anggaran, hal ini menjadi sinyal ekonomi lokal berjalan sehat dan memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakatnya.
Secara sederhana, surplus adalah kondisi ketika pendapatan desa lebih besar dibandingkan belanja yang dikeluarkan. Kondisi ini membawa banyak keuntungan, mulai dari adanya ruang fiskal untuk pembangunan berkelanjutan, cadangan dana untuk kondisi darurat, hingga peluang mempercepat pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.
Tak hanya itu, desa yang surplus juga cenderung lebih mandiri secara finansial dan tidak terlalu bergantung pada bantuan eksternal. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik Lampung, total surplus desa di Provinsi Lampung mencapai Rp40,72 miliar.
Angka ini menunjukkan secara agregat, desa-desa di Lampung berada dalam kondisi keuangan cukup sehat. Artinya, sebagian besar desa mampu mengelola pendapatan dan belanjanya secara efisien, sekaligus mencerminkan pergerakan ekonomi cukup stabil di tingkat akar rumput.
Berikut ini IDN Times merangkum 5 daerah dengan surplus desa terbesar di Lampung menurut data BPS Lampung.
