Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Polisi Way Kanan Ditembak TNI, DPRD Lampung: Jangan Ada Ego Sektoral
Penampakan kantor Gedung DPRD Provinsi Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
  • DPRD Provinsi Lampung dorong TNI-Polri hilangkan ego sektoral dalam pengusutan kasus tewasnya 3 personel Polri melibatkan pelaku anggota TNI di Kabupaten Wat Kanan.
  • Proses penegakan hukum perlu mengedepankan ketegasan dan memperhatikan kesejahteraan aparat penegak hukum agar tidak terlibat dalam pelanggaran hukum.
  • Komisi I DPRD Provinsi Lampung akan memantau proses perkembangan perkara ini dan meminta masyarakat untuk aktif melaporkan kejadian mencurigakan di wilayah masing-masing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - DPRD Provinsi Lampung mendorong TNI-Polri harus menghilangkan ego sektoral dalam pengusutan kasus tewasnya tiga personel Polri melibatkan pelaku anggota TNI di Kabupaten Wat Kanan.

Ketua Komisi I DPRD Lampung, Garinca Reza Pahlevi mengatakan, ego sektoral antara kedua instansi aparat penegak hukum tersebut dapat menghambat proses penegakan hukum.

"Jangan ada ego sektoral, kalau memang ada indikasi keterlibatan oknum TNI harus ditindak tegas. Begitu juga dengan pihak kepolisian, harus mendorong proses hukum karena ada anggotanya yang menjadi korban," ujarnya, Rabu (19/3/2025).

1. Penyelidikan dan penyidikan perkara butuh ketegasan

Ketua Komisi I DPRD Lampung, Garinca Reza Pahlevi memimpin rapat komisi di ruang rapat Komisi I. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Garinca melanjutkan, proses penyelidikan dan penyidikan dalam perkara ini penting mengedepankan ketegasan. Sebab, peristiwa penggerebekan lokasi perjudian sabung ayam ini melibatkan lintas instasi aparat negara.

Selain itu, ia turut menyoroti faktor kesejahteraan aparat penegak hukum dalam pekara ini juga patut diduga menjadi pemicu kemunculan kasus terjadi di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Way Kanan.

"Kita tidak mentolerir peristiwa ini karena murni pelanggaran tindak pidana. Ke depan, bagaimana kita melihat kesejahteraan dari kedua institusi ini, sehingga persoalan ekonomi tak mendorong aparat berbuat pelanggaran hukum," katanya.

2. DPRD Lampung masih melihat proses perkembangan perkara

Penampakan ketiga jasad anggota Polres Way Kanan dalam kantong jenazah tewas dalam penggerebekan lokasi sabung ayam. (IDN Times/Istimewa).

Ihwal kemungkinan Komisi I DPRD Provinsi Lampung bakal memanggil dan memintai keterangan pihak-pihak terkait dalam perkara ini, ia menyebut masih menunggu dan melihat proses perkembangan perkara.

"Belum, biarkan proses hukum berjalan terlebih dahulu, karena ini kasus yang kompleks dan membutuhkan waktu," kata Legislator Partai NasDem tersebut.

3. Minta peran aktif masyarakat

Penampakan TKP penggerebekan arena sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan. (IDN Times/Istimewa).

Menyoal peristiwa ini, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Miswan Rody meminta masyarakat, agar lebih aktif melaporkan kejadian mencurigakan terjadi di wilayah masing-masing.

"Masyarakat harus berperan aktif baik dalam kasus prostitusi, perjudian, atau aktivitas lain yang melanggar hukum. Jika ada indikasi kejahatan, segera laporkan," kata Miswan.

Merujuk dalam kasus ini, keberadaan arena sabung ayam patut dipertanyakan. "Patut diduga, ini bukan tempat yang baru berdiri sehari dua hari. Harus ada evaluasi, mengapa dibiarkan beroperasi?," tegas dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article