Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

2 Warga Tanggamus Diterkam Buaya di Sungai Semaka, 1 Korban Hilang

2 Warga Tanggamus Diterkam Buaya di Sungai Semaka, 1 Korban Hilang
Penampakan lokasi kejadian serangan buaya di tepi sungai Semaka. (Dok. Polsek Semaka).
Intinya Sih
  • Serangan buaya di Kecamatan Semaka, Tanggamus kembali terjadi, menimpa dua ibu rumah tangga.
  • Satu korban hilang bernama Painah, sementara yang lainnya, Ngatini mengalami luka-luka akibat gigitan buaya.
  • Polisi dan instansi terkait melakukan pencarian korban hilang dan mengimbau masyarakat setempat untuk lebih waspada.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tanggamus, IDN Times - Serangan buaya kembali menggemparkan warga di Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus. Kali ini dua ibu rumah tangga menjadi korban, satu orang diduga hilang dan satu lainnya mengalami luka-luka.

Korban hilang Painah (51) warga Pekon Sripurnomo dan korban terluka akibat gigitan sang predator Ngatini (58) warga Pekon Sripurnomo, Kecamatan Semaka.

"Benar (kedua warga diserang buaya), personel Polsek Semaka telah melakukan koordinasi di TKP dan memulai upaya pencarian korban hilang bersama instansi terkait," ujar Kapolsek Semaka, Iptu Sutarto dikonfirmasi, Selasa (25/6/2024).

1. Korban hilang diterkam buaya saat buang sampah ke sungai

Buaya (commons.wikimedia.org/Tomás Castelazo)
Buaya (commons.wikimedia.org/Tomás Castelazo)

Sutarto mengungkapkan, kedua korban mengalami serangan buaya pada waktu hampir bersamaan di dua lokasi berbeda di tepi sungai Semaka, Senin (24/6/2024). Peristiwa dialami Painah saat pergi membuang sampah di sungai Way Semaka berjarak sekitar 30 meter dari rumahnya sekitar pukul 07.00 WIB.

Selang beberapa waktu, ibu rumah tangga ini tak kunjung kembali. Alhasil, sang suami Turyanto merasa khawatir hingga memutuskan untuk mencari korban. Di lokasi tempat biasa Painah membuang sampah, ia hanya menemukan sandal dipakai oleh istrinya.

"Pihak keluarga segera melakukan pencarian di sekitar lokasi, namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Painah. Kejadian ini langsung dilaporkan kepada aparat Pekon Sripurnomo dan Basarnas Lampung," ungkap Kapolsek.

2. Korban luka-luka melawan saat digigit buaya

Penampakan lokasi kejadian serangan buaya di tepi sungai Semaka. (Dok. Polsek Semaka).
Penampakan lokasi kejadian serangan buaya di tepi sungai Semaka. (Dok. Polsek Semaka).

Di waktu hampir bersamaan, Sutarto melanjutkan, korban Ngatini bersama suaminya Sudirman, sedang mencuci pakaian di pinggir sungai Semaka, sekitar 30 meter di belakang rumahnya. Tiba-tiba, seekor buaya menyerang Ngatini dan menggigit bagian punggung kirinya.

Mendapati serangan tersebut, Ngatini panik berusaha melawan dan berhasil melepaskan diri dari gigitan buaya. Kemudian melarikan diri ke tempat aman.

"Suaminya yang menyaksikan kejadian tersebut segera menolong istrinya dan membawanya ke Puskesmas Sudimoro," imbuhnya.

3. Alami empat luka gigit

Korban luka Ngatini. (Dok. Polsek Semaka).
Korban luka Ngatini. (Dok. Polsek Semaka).

Hasil pemeriksaan menunjukkan, Sutarto menyebutkan, korban Ngatini mengalami empat luka gigitan dan memerlukan dua jahitan di punggung kirinya.

"Saat ini Ngatini masih dalam kondisi lemas dan sedang dirawat di rumah," jelasnya.

4. Imbau warga waspada dan hindari aktivitas di bantaran sungai

Ilustrasi sungai. (instagram/arungjeramsumut)
Ilustrasi sungai. (instagram/arungjeramsumut)

Sutarto menambahkan, pihaknya masih mendalami penyebab hilangnya Painah belum dapat dipastikan dan masih dalam penyelidikan. Namun dugaan sementara, dari saksi dan warga sekitar menyebutkan diduga korban Painah diserang buaya dan tenggelam ke dalam sungai.

Seiring dengan peristiwa ini, pihaknya turut mengimbau agar seluruh masyarakat setempat lebih waspada dan menghindari sementara aktivitas di bantaran sungai.

"Kejadian ini mengingatkan kita akan bahaya yang mengintai di sekitar sungai Semaka dan pentingnya kewaspadaan terhadap satwa liar di daerah tersebut," tandas kapolsek.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tama Wiguna
Martin Tobing
Tama Wiguna
EditorTama Wiguna

Latest News Lampung

See More