Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

2 Teroris Lampung Meninggal Tembaki Tim Densus 88 dengan Senapan M16

2 Teroris Lampung Meninggal Tembaki Tim Densus 88 dengan Senapan M16
Ilustrasi Aksi Terorisme (IDN Times/Mardya Shakti)
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Dua terduga teroris di wilayah Provinsi Lampung meninggal dunia dalam upaya penangkapan Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri memberikan perlawanan menggunakan senjata api jenis senapan serbu M16.

Kedua terduga teroris tersebut inisal ND alias Budi Anduk alias Samsul alias Sambada dan ZK. Keduanya warga Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung.

"Iya sempat terjadi baku tembak antara kedua terduga teroris (ND dan ZK) dengan petugas. Keduanya melakukan perlawanan ke petugas kami menggunakan senjata api M16," ujar Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Aswin Siregar kepada IDN Times, Kamis (13/4/2023).

1. Satu anggota Densus tertembak di bagian paha atas

Ilustrasi - Penangkapan Teroris oleh Densus 88 (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)
Ilustrasi - Penangkapan Teroris oleh Densus 88 (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Dalam peristiwa baku tembak tersebut, dikatakan Aswin, satu anggota Direktorat Penindakan Densus 88 AT inisal Bripda YM menjadi korban dan mengalami luka tembak di bagian paha atas.

Alhasil, petugas harus melakukan tindakan tegas dan terukur kepada terduga teroris ND dan ZK, hingga kedua tersangka tersebut harus meninggal dunia.

"Iya, korban meninggal dunia sudah dievakuasi, sementara korban anggota kami sedang menjalani perawatan di rumah sakit," ungkapnya.

2. Kondisi anggota tertembak stabil

ilustrasi rumah sakit (freepik.com)
ilustrasi rumah sakit (freepik.com)

Disinggung lebih jauh terkait kondisi korban anggota Densus 88 Antiteror Polri, Aswin mengungkap keadaan Bripda YM sudah dalam kondisi cukup stabil.

"Stabil, yang bersangkutan sedang dalam penanganan medis. Mohon doanya untuk lekas diberi kesembuhan," kata Aswin.

3. Keenam terduga teroris tergabung jaringan JI

Ilustrasi teroris (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi teroris (IDN Times/Mardya Shakti)

Lebih lanjut Aswin menjelaskan, keenam teroris tersebut diketahui tergabung dalam jaringan Jemaah Islamiyah (JI). Mereka terafiliasi dengan kelompok Zulkarnain dan Upi Lawanga ditangkap pada 2020 lalu.

"Kelompok yang kita bongkar sekarang merupakan kelompok yang melakukan penyembunyian dari (kelompok) Zulkarnain dan Upi Lawangan. Sebenarnya masih banyak lagi," tandas dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tama Wiguna
Martin Tobing
Tama Wiguna
EditorTama Wiguna

Latest News Lampung

See More

966 Mahasiswa Diwisuda, Siapa Lulusan Terbaik Berbagai Jenjang?

27 Jun 2026, 20:03 WIBNews