5 Hal Perlu Kamu Lakukan Saat Merasa Vulnerable

Jangan sampai titik lemah jadi alasan menyerah ya!

Intinya Sih...

  • Vulnerabilitas adalah keadaan rentan terhadap sesuatu yang berpotensi menyakiti, melukai, dan mengancam diri secara fisik, emosional, ataupun sosial.
  • Pengenalan diri lebih dalam diperlukan untuk memahami rasa trauma dan kekurangan yang menciptakan vulnerabilitas, serta pahami perasaan dengan self talk.
  • Bersikap terbuka kepada orang sekitar, mencari lingkungan yang mendukung, dan meningkatkan self discovery serta self confidence dapat membantu berdamai dengan vulnerabilitas.

Vulnerable atau kerapuhan atau vulnerabilitas adalah keadaan ketika seseorang merasa rentan terhadap sesuatu berpotensi menyakiti, melukai, dan mengancam dirinya. Baik itu secara fisik, emosional, ataupun sosial.

Vulnerable ini memiliki sinonim yang lebih sederhana, yakni unsafe, sensitive, weak. Contoh nyatanya misal ketika seseorang memiliki kekurangan di fisik dan orang lain melontarkan perkataan yang menyinggung, hal tersebut dapat menurunkan kepercayaan dirinya.

Selain itu, misal ada juga orang yang merasa tertinggal dengan orang lain lalu merasa insecure dengan hal itu. Sebenarnya merasa vulnerable itu wajar bagi setiap manusia, tetapi juga perlu dilewati agar tidak mengganggu keseharian. Lebih jelasnya, perasaan ini perlu dihadapi lewat lima hal ini agar dapat dikendalikan dengan baik. Simak sampai habis ya!

1. Ketahui dan analisis kekurangan diri

5 Hal Perlu Kamu Lakukan Saat Merasa Vulnerableilustrasi perempuan yang sedang bermanifestasi lewat tulisan (pexels.com/Magnetme)

Sebelum mengendalikan vulnerabilitas, perlu pengenalan lebih dalam dulu tentang diri sendiri. Lakukan riset untuk mengetahui dan menganalisis rasa trauma yang ada dalam dirimu. Seperti halnya apa saja kelemahan atau kekuranganmu yang menciptakan trauma. Kenali dirimu lebih dalam agar lebih paham dengan apa yang kamu butuhkan.

Pahami perasaanmu sebaik mungkin agar lebih mudah dalam mencari solusi. Perbanyak self talk dan tanyakan beberapa pertanyaan untuk diri sendiri. seperti contohnya: “apa yang sebenarnya kamu takutkan?”, “hal apa yang membuatmu sakit hati?”, “bagaimana kamu mendeskripsikan perasaanmu?”, dan lain-lain.

2. Ciptakan komunikasi yang jujur

5 Hal Perlu Kamu Lakukan Saat Merasa Vulnerableilustrasi pasangan yang sedang mengobrol dan berjalan (pexels.com/Yan Krukau)

Sebisa mungkin bersikaplah terbuka untuk bisa mengendalikan vulnerabilitasmu. Cobalah untuk memberi tahu hal apa saja yang membuatmu tidak nyaman kepada orang sekitar. Dengan begitu mereka akan menghargaimu dan mencoba memahami keadaanmu. Hal tersebut dapat mencegah hal-hal yang mengundang trauma kembali tentang vulnerabilitas dirimu.

Komunikasi yang jujur ini akan memudahkanmu untuk berdamai dengan vulnerabilitas diri. Selain itu kamu juga bisa meluapkan rasa tidak nyamanmu. Hal tersebutlah yang akan membuatmu lega. Tanpa sadar, validasi perasaan dari orang lain dapat membuatmu merasa membaik.

Baca Juga: Kenali Ciri-Ciri Pick Me Girl dan Dampaknya, Bisa jadi Bullying Lho

3. Cari lingkungan mendukung

5 Hal Perlu Kamu Lakukan Saat Merasa Vulnerableilustrasi orang-orang yang positive vibes (pexels.com/Kampus Production)

Untuk bisa dihargai, kamu perlu mencari lingkungan yang mendukung. Lepaskan hubungan-hubungan toxic yang penuh dengan penghakiman. Tidak ada salahnya untuk menjaga jarak dengan orang-orang yang membuatmu merasa tidak aman dan tidak nyaman.

Sadari pentingnya lingkungan suportif yang bisa membuatmu fokus pada hal-hal positif dirimu. Mereka yang selalu memberi bantuan dan dukungan di saat kamu meragukan dirimu sendiri. Hal tersebut akan sangat berguna untuk berdamai vulnerabilitasmu karena kamu memiliki value lain yang lebih baik.

4. Tingkatkan self discovery dan self confident

5 Hal Perlu Kamu Lakukan Saat Merasa Vulnerableilustrasi orang yang kredibel di bidangnya (pexels.com/Mikhail Nilov)

Meningkatkan self discovery dan self confidence bisa jadi aksi nyata selanjutnya untuk berdamai dengan vulnerabilitas. Ketahui potensi diri yang bisa kamu kembangkan lebih baik. Jangan pernah berhenti belajar untuk hal-hal yang menunjang peningkatan value-mu!

Sadari semua orang selalu memiliki kelemahan, tapi juga memiliki kelebihan yang jauh lebih besar. Manfaatkan waktumu untuk memusatkan fokus pada hal-hal positif yang membuatmu maju. Dengan begitu pelampiasan dari perasaan vulnerable bisa disalurkan ke hal-hal yang membuatmu bisa melewatinya dan menciptakan hal hebat.

5. Latih flexible thinking

5 Hal Perlu Kamu Lakukan Saat Merasa Vulnerableilustrasi perempuan yang sedang memikirkan sesuatu (pexels.com/Los Muertos Crew)

Perasaan vulnerable jadi hal yang tidak perlu dihindari. Cukup diterima saja karena sifat manusia memang terkadang akan merasa kurang terhadap banyak hal. Namun, perlu disadari vulnerable itu perlu dihadapi dengan berpikir fleksibel.

Daripada terus-terusan dipengaruhi oleh perasaan negatif, lebih baik mengandalkan logika dalam memutuskan segala sesuatunya. Misalnya jika kamu merasa insecure karena hidup yang tidak banjir prestasi seperti yang lainnya maka kamu bisa menggunakan logikamu.

Tanamkan pikiran setiap orang memiliki keistimewaan dan garis takdirnya masing-masing. Selagi kamu terus hidup dan berjuang untuk mencapai hidup bahagia dari versi terbaik darimu sendiri bukan orang lain.

Berhadapan dengan hal-hal yang berat untuk diterima tidaklah mudah. Apalagi jika harus menghadapi hal tersebut setiap hari. Namun, mau tidak mau, kamu perlu untuk berdamai dengan hal itu. Semoga lima hal tadi bisa membantumu untuk melewati perasaan vulnerable dan bisa lebih meningkatkan versi terbaik dirimu ya!

Baca Juga: 6 Penyebab Rasa Malas Berkepanjangan, Overwhelmed Salah Satunya

Adira Putri Aliffa Photo Community Writer Adira Putri Aliffa

A full time learner and a part time overthinker in life

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya