Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Tempat Ibadah Bersejarah di Lampung, Ada Sejak Era Kolonial

Bandar Lampung
4 min read
7 Tempat Ibadah Bersejarah di Lampung, Ada Sejak Era Kolonial
Kolase foto tempat ibadah bersejarah di Provinsi Lampung. (Dok. IDN Times Lampung).
  • Lampung memiliki tujuh tempat ibadah bersejarah lintas agama yang merekam keberagaman, perkembangan komunitas keagamaan, serta perjalanan wilayah dari era kolonial hingga kini.
  • Masjid Jami Al-Anwar dan Vihara Thay Hin Bio di Teluk Betung berdiri sejak abad ke-19, serta sama-sama terkait sejarah letusan Krakatau 1883.
  • Gereja, pura, masjid, dan Gua Maria lainnya tetap digunakan untuk ibadah, ziarah, maupun kegiatan umat, sekaligus mempertahankan nilai arsitektur dan warisan budaya daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Provinsi Lampung tak hanya memiliki kekayaan alam dan budaya, tetapi juga menyimpan jejak sejarah keberagaman masyarakat melalui bangunan tempat ibadah.

Sejumlah masjid, gereja, vihara, hingga pura di Lampung telah berdiri sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu. Bangunan-bangunan tersebut tidak hanya menjadi tempat umat menjalankan ibadah, tetapi juga merekam perjalanan komunitas keagamaan dan perkembangan wilayah Lampung dari masa ke masa.

Beberapa di antaranya bahkan tetap bertahan setelah melewati berbagai peristiwa penting. Berikut IDN Times bagikan sejumlah tempat ibadah bersejarah di Lampung.

  1. 1. Masjid Jami Al-Anwar

    Masjid Jami Al-Anwar Bandar Lampung, bukti sejarah penyebaran agama Islam di Provinsi Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
    Masjid Jami Al-Anwar Bandar Lampung, bukti sejarah penyebaran agama Islam di Provinsi Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

    Masjid Jami Al-Anwar di kawasan Teluk Betung, Bandar Lampung merupakan salah satu masjid tertua di Provinsi Lampung. Masjid ini didirikan sekitar 1839 dan menjadi saksi perkembangan Islam di wilayah Teluk Betung.

    Keberadaannya juga berkaitan dengan salah satu peristiwa alam terbesar yang pernah terjadi di kawasan tersebut, yakni letusan Gunung Krakatau pada 1883.

    Setelah melewati perjalanan panjang selama hampir dua abad, Masjid Jami Al-Anwar masih digunakan sebagai tempat ibadah sekaligus menjadi salah satu ikon religi dan warisan sejarah Kota Bandar Lampung.

  2. 2. Vihara Thay Hin Bio

    Vihara Thay Hin Bio. (IDN Times/Rohmah Mustaurida)
    Vihara Thay Hin Bio. (IDN Times/Rohmah Mustaurida)

    Tak jauh dari kawasan Teluk Betung, terdapat Vihara Thay Hin Bio juga menyimpan sejarah panjang komunitas Tionghoa di Lampung. Jejak sejarahnya bermula sekitar 1850 melalui tempat sembahyang Cetya Avalokitesvara.

    Namun tempat ibadah tersebut sempat hancur akibat letusan Krakatau pada 1883 hingga bangunan vihara kemudian dibangun kembali pada 1896. Setelah mengalami renovasi pada 1963-1967, tempat ibadah tersebut kemudian dikenal dengan nama Thay Hin Bio.

    Hingga kini, vihara tersebut masih mempertahankan sejumlah karakter arsitektur dan ornamen Tionghoa klasik. Keberadaannya menjadi bagian dari jejak sejarah perkembangan masyarakat Tionghoa di kawasan Teluk Betung.

  3. 3. Gereja Ratu Damai

    IMG_20260916_182500.jpg
    Gereja Ratu Damai. (Instagram/@beronsitumorang).

    Gereja Ratu Damai, Paroki Teluk Betung menjadi salah satu jejak perjalanan umat Katolik di Bandar Lampung. Sejarah paroki ini tercatat sejak 29 September 1949.

    Namun, pelayanan dan misi Katolik di kawasan Teluk Betung telah berlangsung lebih awal melalui karya Pastor H.J.D. van Oort, SCJ. Keberadaan Gereja Ratu Damai kemudian menjadi bagian dari perjalanan komunitas Katolik di kawasan Teluk Betung.

    Hingga sekarang, gereja tersebut tetap menjadi tempat ibadah sekaligus salah satu bangunan yang merekam perkembangan umat Katolik di Lampung.

  4. 4. Pura Kahyangan Jagat Kerthi Bhuana

    Rangkaian Nyepi di Pura Kahyangan Jagat Kerthi Bhuana di Way Lunik, Panjang. (IDN Times/Rohmah Mustaurida).
    Rangkaian Nyepi di Pura Kahyangan Jagat Kerthi Bhuana di Way Lunik, Panjang. (IDN Times/Rohmah Mustaurida).

    Di Kelurahan WayLunik, Bandar Lampung, terdapat Pura Kahyangan Jagat Kerthi Bhuana yang memiliki posisi penting bagi umat Hindu di Provinsi Lampung. Pembangunan pura ini dimulai pada 16 Juni 1973, dengan peletakan batu pertama dilakukan pada 7 Mei 1974 di Way Lunik.

    Selanjutnya, melalui keputusan Loka Sabha pertama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Lampung pada 30 Juni 1981, pura tersebut ditetapkan sebagai Pura Provinsi sekaligus menjadi salah satu pusat kegiatan umat Hindu se-Lampung.

    Hingga kini, Pura Kahyangan Jagat Kerthi Bhuana menjadi lokasi berbagai kegiatan keagamaan Hindu, termasuk pelaksanaan Pujawali yang diikuti umat dari berbagai daerah di Lampung.

  5. 5. Gua Maria Padang Bulan

    Goa Maria Padang Bulan Pringsewu (dok.pribadi/Irma)
    Goa Maria Padang Bulan Pringsewu (dok.pribadi/Irma)

    Kabupaten Pringsewu juga memiliki tempat menjadi bagian penting dari perjalanan rohani umat Katolik, yakni Gua Maria Padang Bulan.

    Tempat ini bukan sekadar lokasi ziarah, tetapi juga menjadi salah satu pusat kegiatan rohani umat Katolik di Lampung. Gua Maria Padang Bulan berada dalam satu kawasan dengan gereja dan Rumah Retret La Verna.

    Kawasan tersebut digunakan umat untuk berdoa, berziarah, serta mengikuti berbagai kegiatan rohani. Keberadaan Gua Maria Padang Bulan menjadikannya salah satu tempat ziarah Katolik yang dikenal di Kabupaten Pringsewu.

  6. 6. Masjid Agung Al-Furqon

    community.idntimes.com
    Masjid Agung Al-Furqon. (IDN Times/Rohman Mastaurida)

    Masjid Agung Al-Furqon di kawasan Lungsir, Bandar Lampung juga menjadi salah satu bangunan religi yang memiliki perjalanan sejarah panjang. Gagasan pembangunan masjid ini bermula dari Presiden Soekarno pada 1951, dengan pembangunan fisik dimulai pada 1958.

    Seiring perkembangan Kota Bandar Lampung, Masjid Agung Al-Furqon mengalami sejumlah renovasi dan pengembangan. Salah satu bagian yang paling mencolok adalah menaranya yang memiliki ketinggian 114 meter.

    Kini, Masjid Agung Al-Furqon tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga salah satu landmark sekaligus ikon religi Kota Bandar Lampung.

  7. 7. GPIB Marturia

    IMG_20260916_183318.jpg
    GPIB Marturia. (Dok. Imanuel Purwanto).

    Jejak sejarah bangunan ibadah Kristen Protestan di Bandar Lampung salah satunya dapat ditemukan melalui GPIB Marturia. Sejarah gereja ini bermula dari komunitas Protestan yang telah ada sejak 1927. Gedung gereja kemudian ditahbiskan pada 16 Oktober 1938.

    Bangunan tersebut turut melewati berbagai periode sejarah, termasuk masa pendudukan Jepang dan Perang Kemerdekaan Indonesia.

    Arsitektur bergaya kolonial masih dipertahankan hingga kini menjadi salah satu ciri penting GPIB Marturia. Bangunan tersebut sekaligus menjadi bagian dari warisan sejarah dan budaya Kota Bandar Lampung.

    Itulah tempat-tempat ibadah bersejarah di Provinsi Lampung tidak hanya memiliki fungsi keagamaan, melainkan menyimpan nilai sejarah, arsitektur, budaya dari identitas Provinsi Lampung. Sudahkah kamu mengunjunginya?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More