Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tujuh Laga Tak Pernah Kalah, Bhayangkara FC Akhirnya Ditumbangkan Java
Bhayangkara Presisi Lampung FC kalah 2:0 dari Java United di Gor Jati Diri Semarang, Jumat (30/10/2026). (Instagram.com/bhayangkarafc).
  • Java United menaklukkan Bhayangkara Presisi Lampung FC 2-0 pada pekan kedelapan Super League, menghentikan rekor tujuh laga tanpa kekalahan The Guardian Of Saburai.

  • Yakob Sayuri membuka skor pada menit ke-11 setelah menerima umpan Ciro Alves; gol yang sempat diperiksa VAR tetap disahkan karena posisi Yakob onside.

  • Bhayangkara mendominasi dan menciptakan banyak peluang pada babak kedua, tetapi gagal mencetak gol sebelum Lukas Brambilla memastikan kemenangan Java United pada menit ke-87 lewat gol yang disahkan VAR.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rekor tak terkalahkan Bhayangkara Presisi Lampung FC akhirnya terhenti pada pekan kedelapan Super League. Java United menjadi tim pertama yang berhasil mematahkan catatan positif The Guardian Of Saburai setelah tujuh pertandingan sebelumnya tanpa kekalahan.

Bermain menghadapi Java United di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (30/10/2026), Bhayangkara harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 0-2. Dua gol kemenangan Java United masing-masing dicetak Yakob Sayuri pada menit ke-11 babak pertama dan Lukas Brambilla pada menit ke-87 babak kedua.

Dominasi serangan pada babak kedua pun tidak cukup untuk menyelamatkan Bhayangkara FC dari kekalahan perdana musim ini. Kekalahan ini menjadi hasil minor pertama Bhayangkara sepanjang perjalanan mereka di Super League musim ini.

1. Babak pertama

Pesepak bola Malut United Yakob Sayuri berselebrasi setelah mencetak gol ke gawang Dewa United dalam lanjutan BRI Liga 1 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/4/2025). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/Spt.

Java United membuka keunggulan melalui Yakob Sayuri pada menit ke-11. Gol tersebut berawal dari aksi Ciro Alves yang melakukan penetrasi dari sisi kiri pertahanan Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Ciro Alves melepaskan umpan matang ke area kotak penalti yang kemudian disambut Yakob Sayuri untuk menjebol gawang Bhayangkara.

Sempat terjadi pengecekan melalui Video Assistant Referee (VAR) untuk memastikan posisi Yakob Sayuri offide atau onside. Namun, setelah peninjauan, gol tersebut tetap disahkan karena Yakob berada dalam posisi onside.

2. Babak kedua Bhayangakara lebih agresif

Para pemain Bhayangkara Presisi FC berpose jelang laga pekan keenam BRI Super League 2026/2027 melawan PSIM Yogyakarta di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, 20 Oktober 2026. (instagram.com/bhayangkarafc)

Memasuki babak kedua, Bhayangkara sebenarnya tampil lebih agresif. Tim ini mengambil inisiatif serangan dan mendominasi penguasaan bola.

Alur permainan Bhayangkara lebih banyak diarahkan langsung ke area penalti Java United. Situasi ini membuat tuan rumah cenderung bermain bertahan untuk menjaga keunggulan.

Sejumlah upaya dilakukan Bhayangkara melalui bola-bola silang. Namun, pertahanan Java United tampil cukup disiplin. Ferre Murrari dan Firza Andika juga beberapa kali ikut membantu serangan dengan bergerak lebih maju meninggalkan area pertahanan.

Peluang pertama Bhayangkara pada babak kedua hadir melalui TM Ichsan pada menit ke-54. Sayangnya, ia tidak mampu menyempurnakan peluang tersebut menjadi tendangan berbahaya ke arah gawang.

Tiga menit berselang, Bhayangkara memperoleh tendangan bebas. Sidibe yang dipercaya menjadi eksekutor mencoba melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Namun, bola lebih dahulu mengenai kaki pemain Java United sehingga gagal mengarah ke gawang.

Pada menit ke-58, Sidibe kembali mencoba membangun serangan. Umpan silangnya dari sisi kanan diarahkan ke sisi kiri pertahanan Java United. Sayangnya, tidak ada pemain Bhayangkara yang berhasil menyambut bola tersebut.

Peluang emas berikutnya datang dari Firza Andika pada menit ke-59. Berhasil mencuri bola dari Kei Hirose, Firza langsung melepaskan tendangan menggunakan kaki kiri dari dalam kotak penalti.

Namun, penyelesaian akhirnya masih melenceng dari sasaran. Kesempatan untuk menyamakan kedudukan pun kembali terbuang.

3. Berbagai peluang Bhayangkara dipatahkan pemain Java United

ilustrasi sepak bola (pexels.com/William Hadley)

Bhayangkara terus mencoba menekan. Pada menit ke-65, Mauricio Vera mendapatkan ruang untuk melepaskan tendangan first time. Akan tetapi, bola yang meluncur dengan kekuatan lemah dengan mudah diamankan kiper Java United, Jorge Meurer.

Java United juga sempat memberikan ancaman pada menit ke-66. Riyan Ardiansyah melepaskan umpan silang dari sisi kanan yang disambut Ridho Syuhada melalui sundulan. Namun, bola terlalu lemah sehingga mudah diamankan kiper Bhayangkara, M Fahri.

Memasuki menit ke-70, Bhayangkara kembali memperoleh peluang emas. Gustavo Almeida sudah berada sangat dekat dengan mulut gawang Java United untuk menyambut umpan manis Syuhada dari sisi kiri lapangan. Sayangnya, Gustavo gagal memaksimalkan peluang tersebut.

Tekanan Bhayangkara berlanjut melalui Andika Wijaya. Pada menit ke-76, ia melepaskan umpan silang akurat dari sisi kanan yang disambut sundulan Ocampo. Namun, tandukan pemain asal Uruguay tersebut masih melambung di atas mistar gawang.

Dua menit berselang, Andika Wijaya kembali mengirimkan crossing ke area pertahanan Java United. Kali ini, Mauricio Vera yang menyambutnya dengan sundulan. Namun, bola masih terlalu lemah untuk membahayakan gawang tuan rumah.

Sidibe kembali menjadi ancaman pada menit ke-81. Pemain tersebut melepaskan tendangan keras setelah melakukan pergerakan melewati pemain lawan. Namun, upayanya berhasil ditepis Jorge Meurer.

4. Wasit cek VAR, sahkan gol Brambilla

Ilustrasi VAR. (IDN Times/Aditya Pratama).

Alih-alih menyamakan kedudukan, Bhayangkara justru kembali mendapatkan ancaman melalui serangan balik cepat Java United semenit kemudian. Ridho Syuhada melepaskan tendangan ke arah gawang, tetapi M Fahri masih mampu melakukan penyelamatan.

Petaka bagi Bhayangkara akhirnya datang pada menit ke-87. Java United berhasil menggandakan keunggulan melalui Lukas Brambilla, pemain yang baru masuk pada babak kedua.

Gol tersebut berawal dari aksi Gustavo Almeida yang mampu menggiring bola melewati pemain Bhayangkara. Gustavo kemudian memberikan operan kepada Brambilla yang berada dalam posisi menguntungkan untuk menyelesaikan peluang.

Pemain Bhayangkara terlihat terlambat menutup ruang gerak Gustavo sehingga ia memiliki cukup waktu untuk membangun serangan sebelum memberikan umpan kepada Brambilla.

Wasit sempat kembali melakukan pengecekan VAR untuk memastikan posisi Brambilla. Setelah peninjauan, gol tersebut dinyatakan sah karena pemain asal Brasil itu berada dalam posisi onside.

Gol tersebut sekaligus memastikan kemenangan 2-0 Java United atas Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Curated For You

Editorial Team

Related Article