Para pemain Bhayangkara Presisi FC berpose jelang laga pekan keenam BRI Super League 2026/2027 melawan PSIM Yogyakarta di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, 20 Oktober 2026. (instagram.com/bhayangkarafc)
Memasuki babak kedua, Bhayangkara sebenarnya tampil lebih agresif. Tim ini mengambil inisiatif serangan dan mendominasi penguasaan bola.
Alur permainan Bhayangkara lebih banyak diarahkan langsung ke area penalti Java United. Situasi ini membuat tuan rumah cenderung bermain bertahan untuk menjaga keunggulan.
Sejumlah upaya dilakukan Bhayangkara melalui bola-bola silang. Namun, pertahanan Java United tampil cukup disiplin. Ferre Murrari dan Firza Andika juga beberapa kali ikut membantu serangan dengan bergerak lebih maju meninggalkan area pertahanan.
Peluang pertama Bhayangkara pada babak kedua hadir melalui TM Ichsan pada menit ke-54. Sayangnya, ia tidak mampu menyempurnakan peluang tersebut menjadi tendangan berbahaya ke arah gawang.
Tiga menit berselang, Bhayangkara memperoleh tendangan bebas. Sidibe yang dipercaya menjadi eksekutor mencoba melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Namun, bola lebih dahulu mengenai kaki pemain Java United sehingga gagal mengarah ke gawang.
Pada menit ke-58, Sidibe kembali mencoba membangun serangan. Umpan silangnya dari sisi kanan diarahkan ke sisi kiri pertahanan Java United. Sayangnya, tidak ada pemain Bhayangkara yang berhasil menyambut bola tersebut.
Peluang emas berikutnya datang dari Firza Andika pada menit ke-59. Berhasil mencuri bola dari Kei Hirose, Firza langsung melepaskan tendangan menggunakan kaki kiri dari dalam kotak penalti.
Namun, penyelesaian akhirnya masih melenceng dari sasaran. Kesempatan untuk menyamakan kedudukan pun kembali terbuang.