Comscore Tracker

Jelang Lebaran, OAIL ITERA Gelar Pengamatan Hilal 1 Syawal 1 Mei 2022

Teleskop digunakan hanya ada 14 di dunia, satu di ITERA

Lampung Selatan, IDN Times - Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL) akan mengadakan pengamatan hilal 1 Syawal 1443H/2022, Minggu (1/5/2022). Pengamatan hilal akan menggunakan teleskop OZT-ALTS di Kompleks Teleskop Pengamat Bulan Internasional (OZT-ALTS), kampus ITERA.

Teleskop OZT-ALTS namanya diambil dari nama rektor pertama ITERA Alm Ofyar Z Tamin, merupakan teleskop canggih buatan perusahaan produsen teleskop robotic asal Jerman, ASTELCO yang diberikan melalui bantuan Pemerintah Arab Saudi. Teleskop yang akan digunakan sebagai pusat pengamatan bulan internasional tersebut hanya ada 14 unit di dunia, dan salah satunya di kampus ITERA.

Dalam pengamatan kali ini, jenis teleskop OZT-ALTS (d=152 mm, f/8), akan dilengkapi dengan dua kamera yakni, Visual (RGB) Canon 5D Mark II, dan Inframerah (Monokrom) : Allied Vision Manta G031-B.

Baca Juga: Tok! Senat ITERA Tetapkan Tiga Calon Rektor Periode 2022–2026

Pengamatan hilal sejak 2017

Jelang Lebaran, OAIL ITERA Gelar Pengamatan Hilal 1 Syawal 1 Mei 2022Teleskop Observatorium Astronomi Institut Teknologi Sumatera (Itera) Lampung (OAIL). (IDN Times/Silviana).

Kepala UPT OAIL ITERA, Dr. Hakim L Malasan menjelaskan, OAIL ITERA selalu rutin melakukan pengamatan hilal untuk penentuan awal Ramadan, ataupun penentuan 1 Syawal sebagai penanda Hari Raya Idul Fitri.  OAIL Lampung telah melaksanakan pengamatan hilal sejak 2017.

Ia menambahkan, pengamatan hilal dilakukan karena penanggalan awal bulan Hijriah ditandai dengan terlihatnya (atau terhitung dapat terlihatnya) bulan sabit muda (hilal) pada saat Matahari tenggelam. Pengamatan biasa dilakukan pada tanggal 29 bulan Hijriah.

"Jika pada tanggal 29 tersebut tidak teramati hilal atau terhitung tidak mungkin teramati, maka tanggal pada bulan Hijriah akan digenapkan menjadi 30 hari," paparnya dalam pernyataan resmi, Sabtu (30/4/2022).

Analisis data

Jelang Lebaran, OAIL ITERA Gelar Pengamatan Hilal 1 Syawal 1 Mei 2022Observatorium Astronomi ITERA Lampung mendapat hibah teleskop langka dari Jerman (IDN Times/Istimewa)

Sesuai data telah dihimpun tim OAIL, Hakim menyebut, konjungsi toposentrik terjadi pada 1 Mei 2022 pukul 02.26 WIB. Matahari terbenam di Bandar Lampung pada hari itu akan terjadi pukul 17:55 WIB dan Bulan akan berada di atas horizon barat dengan umur Bulan 15 jam 29 menit.

Berdasarkan data tersebut, pengamatan Rukyat Hilal pada 1 Mei 2022 hilal 1 Syawal 1443 H berpotensi terlihat (teramati). Namun tergantung kondisi cuaca saat pengamatan di setiap lokasi pengamatan.”

Dari perhitungan yang dilakukan, ketinggian Bulan pada saat Matahari tenggelam diperkirakan sudah mencapai +04°:23”:38” dan azimuth Bulan sebesar +287°:25”;50”dengan beda azimut +02°:19”:30” dari lokasi Matahari terbenam, dengan elongasi sebesar +03°:11”:35”. Fraksi iluminasi Bulan akan mencapai 0,28 % dengan usia 15 jam 29 menit (Kriteria Odeh).

“Berdasarkan data tersebut, pengamatan Rukyat Hilal pada 1 Mei 2022 hilal 1 Syawal 1443 H berpotensi terlihat (teramati), namun tergantung kondisi cuaca saat pengamatan di setiap lokasi pengamatan,” ujar Hakim.

Live streaming kanal YouTube

Jelang Lebaran, OAIL ITERA Gelar Pengamatan Hilal 1 Syawal 1 Mei 2022Pemantauan hilal dilakukan Unit Pelaksana Teknis Observatorium Astronomi Institut Teknologi Sumatera (Itera) Lampung (OAIL), Senin (12/4/2021). (IDN Times/Silviana).

Dalam kegiatan pengamatan hilal Syawal, OAIL akan melakukan streaming melalui kanal YouTube UPT OAIL: https://tinyurl.com/youtube-oail, dan juga akan melakukan live report melalui media sosial instagram: @oail.itera.

“Bagi masyarakat umum yang ingin memantau kondisi pengamatan silahkan masuk melalui kedua platform tersebut. Kiranya langit cerah dapat menyertai kegiatan ini,” jelas Hakim.

Ia menyatakan, meski OAIL melakukan pengamatan, penentuan awal bulan Syawal 1443 H tetap mengikuti ketetapan pemerintah Republik Indonesia melalui sidang Itsbat yang dikoordinasikan oleh Kementerian Agama.

Baca Juga: Kisah 2 Mahasiswa Arsitektur ITERA Raih Penghargaan di Jepang

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya