Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Viral Video Nelayan Selamatkan Diri dari Hujan Batu Material GAK

Kab. Lampung Selatan
Viral Video Nelayan Selamatkan Diri dari Hujan Batu Material GAK
Video nelayan di Lampung Selatan menyelamatkan diri dari cuaca ekstrem dan hamtaman material erupsi Gunung Anak Krakatau viral di media sosial, Sabtu (5/9/2026). (IDN Times/Tangkapan Layar).
  • Video viral memperlihatkan nelayan di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau memacu kapal saat terkena hujan batu material erupsi; Pos SAR Bakauheni memastikan seluruh nelayan selamat.
  • Erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dengan kolom abu mencapai sekitar 14,6 kilometer dan sebaran ke barat; BPBD Lampung Selatan menyatakan aktivitas warga belum terdampak.
  • Tim SAR memprioritaskan kesiapsiagaan, terutama di Pulau Sebesi yang berisiko hujan abu dan batu; status Gunung Anak Krakatau Level III, dengan larangan aktivitas dalam radius 3 kilometer.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lampung Selatan, IDN Times - Video nelayan di Lampung Selatan menyelamatkan diri dari cuaca ekstrem dan hamtaman material erupsi Gunung Anak Krakatau viral di media sosial, Sabtu (5/9/2026). Merujuk rekaman video berdurasi 53 detik, tampak sejumlah nelayan berada di dalam kapal.

Gemuruh suara mesin kapal melaju kecepatan tinggi guna menghindari runtuhan material diduga berasal dari aktivitas erupsi GAK. Material diduga batu kecil jatuh ke laut lalu memicu percikan air di sekitar kapal nelayan.

Alhasil, para nelayan dalam video tersebut melantunkan takbir dan berdoa agar diselamatkan dari bahaya. "Ya Allah, hujan batu, Ya Allah. Hujan batu," teriak seorang nelayan dalam video tersebut.

  1. 1. Nelayan selamat

    ilustrasi nelayan
    ilustrasi nelayan (pexels.com/Will McMeechan)

    Terkait video tersebut, Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Kondisi para nelayan dipastiskan selamat.

    "Mereka itu sedang mancing, tiba-tiba terjebak hujan batu di lokasi sekitar Gunung Anak Krakatau yang sedang erupsi. Alhamdulillah mereka selamat," kata Rezie, Sabtu (5/9/2026).

    Merujuk aktivitas erupsi GAK, Rezie menyatakan, personel Tim SAR kini bersiaga penuh. Salah satu wilayah jadi focus perhatian adalah Pulau Sebesi yang menjadi daerah terdekat dengan GAK.

    "Di sana (Pulau Sebesi) riskan terkena hujan debu dan batu. Kami standby mengantisipasi perubahan arah angin. Pulau Sebesi. Kalau ke arah Tanggamus, debunya sudah pecah di udara sehingga tidak terlalu pekat, tetapi untuk Sebesi ini tergolong berbahaya," ujar Rezie.

  2. 2. Kewaspadaan tetap menjadi prioritas

    ilustrasi  waspada penularan wabah (pexels.com/Cottonbro studio)
    ilustrasi waspada penularan wabah (pexels.com/Cottonbro studio)

    Berdasarkan informasi yang diterima BPBD Lampung Selatan, Sabtu (5/9/2026), aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Data Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin mencatat kolom abu vulkanik mencapai ketinggian sekitar Flight Level (FL) 480 atau setara kurang lebih 14,6 kilometer di atas permukaan laut, dengan arah sebaran abu bergerak ke barat mengikuti pola angin di lapisan atmosfer atas.

    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi, mengatakan, hingga saat ini aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau belum berdampak terhadap kegiatan masyarakat di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

    “Dapat kami laporkan bahwa kondisi saat ini Gunung Anak Krakatau aman. Walaupun terkadang masih melakukan erupsi, akan tetapi tidak memengaruhi warga masyarakat untuk beraktivitas di luar rumah,” kata Maturidi.

    Meski demikian, Maturidi menegaskan, kewaspadaan tetap menjadi prioritas. Pemkab Lampung Selatan melalui BPBD bersama perangkat daerah terkait terus memperkuat pemantauan dan kesiapsiagaan di lapangan.

  3. 3. Kondisi terkini GAK

    IMG_20260905_115231.jpg
    Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Sabtu (5/9/2026) dini hari. (Dok. Eghie Febriansyah).

    Mengutip laporan aktivitas Gunung Api dari situs magma.esdm.go.id, periode pengamatan Gunung Anak Krakatau 5 September 2026 pukul 12:00-18:00 WIB, kondisi meterologi cuaca berawan dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah barat laut. Suhu udara 27.4-28.1 °C dan kelembaban udara 69-70 persen.

    Sedangkan secara visual, kondisi gunung api:

    ● Gunung kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

    ● Erupsi menerus masih terekam, visual kolom erupsi tidak teramati..

    Kegempaan

    ■ Letusan

    (Jumlah : 1, Amplitudo : 70 mm, Durasi : 21600 detik)

    Terdengar juga suara gemuruh dan dentuman dengan intensitas lemah. Tingkat aktivitas GAK Level III (Siaga). Masyarakat diimbau tidak mendekati GAK atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More