Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Viral! Daging MBG di Lampung Utara Diduga Berisi Peluru Senapan Angin
Unggahan video viral temuan peluru senapan angin di daging program MBG di SD Negeri 3 Sindangsari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara. (IDN Times/Istimewa).
  • Video viral memperlihatkan guru di SD Negeri 3 Sindangsari, Lampung Utara, menemukan benda menyerupai peluru senapan angin dalam daging menu Makanan Bergizi Gratis.
  • KPPG Lampung membenarkan laporan tersebut dan menyetop sementara operasional SPPG Sindangsari sambil menelusuri asal benda yang diduga ditemukan pada 14-16 Agustus 2026.
  • Sampel daging telah diserahkan ke Dinas Kesehatan Lampung Utara untuk pemeriksaan dan uji laboratorium; pihak berwenang belum menyimpulkan bagaimana benda itu masuk ke makanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Utara, IDN Times - Rekaman video seorang guru memperlihatkan potongan daging dari menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) diduga berisi benda menyerupai peluru senapan angin viral di media sosial (Medsos).

Dalam unggahan dilihat IDN Times, seorang guru tampak kecewa sembari menunjukkan benda yang disebut menyerupai peluru senapan angin. Benda tersebut diklaim ditemukan di dalam potongan daging menjadi bagian dari menu MBG.

Temuan peluru senapa itu disebut terjadi di SD Negeri 3 Sindangsari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara. "Ini murid saya kelas 5, Ardi, menemukan satu buah peluru senapan angin di dalam daging," ujar guru tersebut dalam video.

1. Pertanyakan pengawasan dapur SPPG

Unggahan video viral temuan peluru senapan angin di daging program MBG di SD Negeri 3 Sindangsari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara. (IDN Times/Istimewa).

Masih dalam rekaman tersebut, sang guru turut mempertanyakan pengawasan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas menyediakan makanan bagi siswa. Ia juga menyebut dapur MBG tersebut, sebelumnya pernah mendapat teguran terkait menu yang dibagikan kepada penerima manfaat.

"Ini peluru senapan angin di dalam daging dari dapur MBG Sindangsari. Saya minta pertanggungjawaban yang punya dapur MBG," katanya.

2. SPPG Sindangsari disetop sementara

Rekaman video guru SDN 3 Sindang Sari marah akibat menu program MBG tidak layak konsumsi. (Dok. IDN Times).

Terkait unggahan viral tersebut, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Lampung, Fitra Alfarisi membenarkan adanya laporan mengenai temuan benda menyerupai peluru tersebut.

Menurutnya, SPPG Sindangsari kini telah disetop sementara atau disuspend. Langkah itu dilakukan sembari pihaknya melakukan pemeriksaan untuk mengetahui asal-usul benda tersebut.

"Sudah monitor, itu dapurnya sudah di-suspend. Saat ini tim kami masih mencari tahu peluru senapan angin itu berasal dari mana," ujarnya, Rabu (26/8/2026).

3. Temuan dugaan peluru sudah diserahkan ke Dinkes Lampura

ilustrasi laboratorium berteknologi tinggi (pexels.com/ Thirdman)

Dari hasil penelusuran di lapangan, Fitra menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada rentang 14-16 Agustus 2026. Laporan terkait kejadian itu juga telah diterima secara berjenjang dan dilakukan pengecekan.

Daging diduga didalamnya terdapat benda menyerupai peluru tersebut telah diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara. Pemeriksaan lebih lanjut, termasuk uji laboratorium akan dilakukan untuk memastikan temuan tersebut.

"Kami belum mengambil kesimpulan mengenai bagaimana benda tersebut bisa berada di dalam makanan sebelum hasil pemeriksaan keluar. Tapi yang jelas, kami mengimbau seluruh SPPG di wilayah Lampung dan Bengkulu untuk berkomitmen menyajikan menu yang higienis, memenuhi kecukupan gizi, dan lezat," pintanya.

4. Masih tunggu hasil penelusuran lanjutan

Ilustrasi MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Fitra menambahkan, kritik, masukan, hingga laporan masyarakat terkait pelaksanaan program MBG akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola penyediaan makanan.

Selain itu, masyarakat juga dapat menyampaikan langsung pengaduan dan persoalan terkait program MBG melalui saluran resmi Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk PO Box 4500 dan Siaga 127.

"KPPG Lampung-Bengkulu masih menunggu hasil penelusuran untuk memastikan asal-usul benda menyerupai peluru tersebut, serta bagaimana benda itu bisa masuk ke dalam makanan yang disajikan kepada siswa," imbuh Fitra.

Curated For You

Editorial Team

Related Article