Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Unila Kenalkan Budaya Lampung di Konferensi Perpustakaan Digital

Unila Kenalkan Budaya Lampung di Konferensi Perpustakaan Digital
Sambutan Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani dalam acara Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia di Hotel Grand Mercure Bandar Lampung (dok/ofdicialunila)
Intinya Sih
  • Universitas Lampung (Unila) menjadi tuan rumah KPDI ke-15, memperkenalkan budaya Lampung sebagai identitas lokal.
  • Pertunjukan tari tradisional dan kerajinan tangan khas Lampung menarik perhatian peserta konferensi.
  • KPDI membahas perkembangan teknologi dalam perpustakaan digital dan pentingnya melestarikan budaya lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times -Universitas Lampung (Unila) menjadi tuan rumah Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-15, digelar selama dua hari, 6-7 Agustus 2024, di Hotel Grand Mercure, Bandar Lampung.

Pada rangkaian acara KPDI bertajuk “Artificial Intelligence dalam Perpustakaan Digital” ini, Unila memperkenalkan adat dan budaya Lampung sebagai bagian dari identitas dan kekayaan lokal.

Salah satu sesi menarik perhatian peserta adalah materi budaya Lampung  disampaikan Anshori Djausal menjelaskan beberapa aspek penting budaya Lampung yang perlu dilestarikan dan diperkenalkan lebih luas, seperti sejarah, adat budaya asli Lampung, motif kain Lampung, dan pakaian tradisional.

1. Memperkuat identitas lokal di tengah perkembangan teknologi

Unila jadi tuan rumah acara konferensi Perpustakaan Digital Indonesia di Hotel Grand Mercure Kota Bandar Lampung (dok/officialunila)
Unila jadi tuan rumah acara konferensi Perpustakaan Digital Indonesia di Hotel Grand Mercure Kota Bandar Lampung (dok/officialunila)

Dalam acara tersebut, para peserta dan tamu undangan disambut dengan pertunjukan seni tradisional Lampung, tari Sigeh Penguten. Pertunjukan ini memberikan gambaran kekayaan budaya  dimiliki masyarakat Lampung dan menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani mengatakan, pengenalan budaya Lampung dalam konferensi ini bertujuan untuk memperkuat identitas lokal di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Kami ingin menunjukkan kemajuan teknologi dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan. Melalui perpustakaan digital, kita bisa mendokumentasikan dan menyebarluaskan kekayaan budaya kepada generasi mendatang,” ujar Rektor, Rabu (7/8/2024).

2. Eksplorasi kecerdasan buatan untuk optimalkan perpustakaan digital

Ilustrasi gambar kecerdasan buatan (pixabay.com/geralt)
Ilustrasi gambar kecerdasan buatan (pixabay.com/geralt)

Selain pertunjukan seni, Unila menampilkan kerajinan tangan khas Lampung, seperti tapis, kain tradisional yang dihiasi sulaman benang emas. Para peserta juga berkesempatan mencicipi kuliner khas Lampung selama konferensi berlangsung.

Konferensi ini tidak hanya membahas perkembangan teknologi dalam perpustakaan digital, tapi juga mengangkat pentingnya mempertahankan dan memperkenalkan budaya lokal sebagai bagian identitas bangsa.

Para peserta diajak untuk mengeksplorasi bagaimana kecerdasan buatan dapat digunakan untuk mengoptimalkan pengelolaan perpustakaan digital, sekaligus melestarikan dan mempromosikan warisan budaya.

"Unila berharap, dengan mengangkat budaya Lampung pada KPDI ke-15 ini, para peserta dapat lebih mengenal dan menghargai kekayaan budaya lokal Indonesia, serta menginspirasi untuk mengintegrasikan teknologi dan budaya dalam pengembangan perpustakaan digital di masa depan," jelas rektor.

3. Hanya 16 makalah yang dapat dipresentasikan

Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia di Hotel Grand Mercure Bandar Lampung (dok/officialunila)
Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia di Hotel Grand Mercure Bandar Lampung (dok/officialunila)

Sementara itu, Ketua FPDI Prof. Jonner Hasugian, dalam sambutannya mengatakan, KPDI ke-15 menerima 96 judul makalah, meningkat dari 94 makalah pada KPDI ke-14 di Malang. Namun, hanya 16 makalah yang dapat dipresentasikan karena keterbatasan sumber daya dan waktu.

“Makalah yang dipresentasikan adalah hasil penelitian pustakawan, pemerhati perpustakaan digital, mahasiswa, dan dosen, yang telah lolos seleksi oleh reviewer kompeten di bidangnya,” ujarnya.

Menurutnya, FPDI membuka kesempatan luas bagi individu maupun institusi untuk menjadi anggota forum. Pada akhir sesi KPDI ke-15 ini, akan menjaring tuan rumah penyelenggara KPDI ke-16 yang direncanakan berlangsung pada 2025.

"Bagi peserta yang berminat menjadi tuan rumah dapat mengajukan diri dengan mempersiapkan presentasi tentang kesiapan mereka,” imbuhnya.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Silviana
Yogie Fadila
Silviana
EditorSilviana

Latest News Lampung

See More