Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tuai Rekom Golkar, Upaya dan Peluang Arinal Djunaidi di Pilkada 2024

Tuai Rekom Golkar, Upaya dan Peluang Arinal Djunaidi di Pilkada 2024
Sekretaris Jenderal DPP Golkar Lodewijk F Paulus menyerahkan surat rekomendasi kepada Arinal Djunaidi. (IDN Times/Istimewa).
Intinya Sih
  • Partai Golkar kembali usung petahana Arinal Djunaidi maju dalam Pilgub Lampung 2024.
  • Akademisi FISIP Unila menyebut rekomendasi Golkar tergolong kejutan dan perlu bekerja ekstra untuk membangun poros koalisi.
  • Golkar memberikan rekomendasi kepada Arinal Djunaidi karena popularitasnya tinggi dan kompetisi internal partai dianggap perlu untuk kemajuan partai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Partai Golkar kembali mengusung petahana Arinal Djunaidi maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur Lampung 2024. Surat rekomendasi ini diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP Lodewijk F Paulus.

Kemunculan surat rekomendasi tersebut menuai pandangan politik tersendiri dari kalangan akademisi ilmu politik di Lampung.

1. Surat rekomendasi kejutan

Akademisi Universitas Lampung (Unila), Bendi Juantara. (IDN Times/Istimewa).
Akademisi Universitas Lampung (Unila), Bendi Juantara. (IDN Times/Istimewa).

Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unila, Bendi Juantara mengatakan, surat rekomendasi Golkar mengutus Arinal Djunaidi maju Pilgub ini tergolong kejutan. Mengingat, DPP beberapa bulan kemarin telah menugaskan pembentukan koalisi tidak hanya bagi Arinal, melainkan juga Anggota DPR RI Dapil Lampung II Hanan A Rozak.

"Ini artinya Golkar sudah memutuskan atas pertimbangan tertentu, seperti peluang dari sisi petahana, dukungan elit Golkar di daerah, hingga hasil survei elektabilitas internal dari dua kandidat tersebut," ujarnya dikonfirmasi, Jumat (5/7/2024).

Termasuk peluang sosok figuritas Arinal Djunaidi dalam pembentukan koalisi dengan partai lain di Pilkada mendatang. "Jadi pertimbangan ini tentunya menjadi landasan dibalik rekomendasi tersebut," sambungnya.

2. Perlu segera bangun poros koalisi

Momen Sekjend DPP Golkar Lodewijk F Paulus menyerahkan surat rekomendasi Pilgub Lampung kepada Arinal Djunaidi. (IDN Times/Istimewa).
Momen Sekjend DPP Golkar Lodewijk F Paulus menyerahkan surat rekomendasi Pilgub Lampung kepada Arinal Djunaidi. (IDN Times/Istimewa).

Bendi melanjutkan, Arinal Djunaidi saat ini perlu bekerja lebih ekstra untuk segera membangun poros koalisi. Pasalnya, upaya ini hampir dipastikan tidak akan mudah, karena poros koalisi partai dari kandidat bakal calon gubernur lainnya sudah mulai terbentuk.

Lebih dari itu, Arinal Djunaidi juga perlu membangun konsolidasi internal Partai Golkar, guna mengusung dan membentuk komitmen bersama para kader dalam upaya pemenangan dirinya. "Ya dalam pemenangan Pilgub, karena sebelumnya Hanan dan tim Golkar lain sudah membentuk faksi-faksi sendiri," katanya.

Ia mengingatkan, meski berstatus sebagai petahana, peluang Arinal Djunaidi dalam Pilkada 2024 belum tentu bakal melenggang mudah dalam pencalonan dipilkada, apalagi menyangkut kemenangan. "Jadi Arinal harus tunjukkan dulu keseriusannya, untuk mendapat koalisi yang kuat untuk bertarung di Pilgub tahun ini," lanjut Bendi. 

3. Faktor incumbent dan simbol partai di Lampung

Akademisi Universitas Muhammadiyah Lampung, Candrawansah. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Akademisi Universitas Muhammadiyah Lampung, Candrawansah. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Pandangan politik lainnya datang dari Akademisi Universitas Muhammadiyah Lampung (UML), Candrawansyah. Ia menyebut, terdapat dua alasan utama Golkar pada akhirnya memberikan rekomendasi kepada Arinal Djunaidi bukan kepada Hanan A. Rozak.

Pertama, sosok Arinal sebagai petahana incumbent dinilai memiliki popularitas masih tinggi. Kedua, mantan Sekdaprov Lampung ini merupakan Ketua DPD I Golkar sekaligus simbol dan marwah partai di daerah hingga sudah sewajarnya dicalonkan.

"Adanya surat tugas DPP memerintah Arinal dan Hanan membentuk koalisi Pilkada ini dilakukan agar ada kompetisi internal dan calon bisa turun bersosialisasi," ucapnya.

4. Surat tugas Arinal dan Hanan upaya bangun kompetisi internal

Anggota DPR RI Dapil Lampung I Hanan A Rozak. (Instagram/@hanan.rozak).
Anggota DPR RI Dapil Lampung I Hanan A Rozak. (Instagram/@hanan.rozak).

Menurut Candra, kompetisi internal sejatinya memang dibutuhkan guna menghidupkan sebuah partai politik. Tentu, dengan catatan harus dilakukan dengan baik dan benar demi kemajuan partai.

Namun sayangnya, kompetisi internal tersebut acapkali berujung pada perpecahan hingga akhirnya para kader di dalamnya ikut terpecah dan menimbulkan gejolak di luar partai.

"Arinal perlu turun ke lapangan memperkenalkan hasil kinerja dan sosialisasi langsung ke masyarakat, karena pesaing seperti Herman HN, Mirza, dan Umar juga bukan calon yang tidak mumpuni. Tapi perlu diingat ia adalah incumbent, walaupun itu belum menjamin kemenangan," tandas mantan Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung tersebut.

Share Article
Topics
Editorial Team
Tama Wiguna
Martin Tobing
Tama Wiguna
EditorTama Wiguna

Latest News Lampung

See More