Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Triwulan IV 2024 Perekonomian Lampung Tumbuh 5,32 Persen

Triwulan IV 2024 Perekonomian Lampung Tumbuh 5,32 Persen
ilustrasi perempuan memegang tas belanja (freepik.com/diana.grytsku)
Intinya Sih
  • Perekonomian Lampung triwulan IV 2024 tumbuh 5,32% (yoy), lebih tinggi dari periode sebelumnya.
  • Kinerja konsumsi rumah tangga tumbuh 5,05%, didukung kenaikan mobilitas pada Hari Besar Keagamaan Nasional.
  • Kinerja investasi tumbuh 0,34%, ekspor kuat dengan pertumbuhan 12,31% (yoy) didorong peningkatan ekspor komoditas kopi robusta dan CPO.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung mencatat, perekonomian Lampung triwulan IV 2024 menunjukkan kinerja positif tumbuh 5,32 persen (yoy).

Pertumbuhan periode terlapor meningkat dibandingkan realisasi triwulan sebelumnya tumbuh 4,81% (yoy). Secara nominal, perekonomian Lampung pada triwulan IV 2024 atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan (2010) masing-masing tercatat sebesar Rp121,55 triliun dan Rp70,34 triliun.

Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi Lampung secara keseluruhan 2024 tercatat tumbuh sebesar 4,57 persen (yoy). Pencapaian itu sedikit lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

1. Konsumsi rumah tangga penyumbang terbesar

Seorang wanita berbelanja (pixabay.com)
Seorang wanita berbelanja (pixabay.com)

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Junanto Herdiawan mengemukakan, pertumbuhan ekonomi Lampung yang lebih baik pada triwulan IV 2024 utamanya didukung oleh kinerja komponen konsumsi rumah tangga. Kinerja konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,05 persen.

"Meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya seiring kenaikan mobilitas terutama pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru," paparnya, Rabu (5/2/2025).

Di sisi lain, kinerja komponen permintaan domestik lainnya tercatat tetap tumbuh positif meski mengalami perlambatan. Kinerja pengeluaran pemerintah tumbuh 2,16 persen (yoy), melambat dari triwulan sebelumnya disebabkan normalisasi belanja barang dan jasa, serta hibah dalam rangka persiapan Pilkada.

Sedangkan kinerja investasi tumbuh 0,34 persen (yoy), melambat dari triwulan sebelumnya sejalan dengan penurunan investasi bangunan dan kecenderungan wait and see investor swasta pada periode Pilkada. Dari sisi permintaan eksternal, kinerja ekspor tetap kuat dengan tumbuh 12,31 persen (yoy), terutama didorong oleh peningkatan ekspor komoditas kopi robusta, CPO dan produk olahan buah.

2. Ini penopang realisasi pertumbuhan ekonomi Lampung triwulan IV 2024

Ilustrasi ikan (pixabay.com)
Ilustrasi ikan (pixabay.com)

Junanto mengatakan, realisasi pertumbuhan ekonomi Lampung yang lebih baik pada triwulan IV 2024 juga tercermin dari sisi lapangan usaha (LU), utamanya LU Industri Pengolahan serta LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. Kinerja LU Industri tumbuh 14,16 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya seiring kuatnya permintaan domestik dan global terhadap produk olahan mamin.

Kinerja LU Pertanian tercatat tumbuh 3,62 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya didukung peningkatan produksi tanaman pangan, terutama padi. Adapun kinerja LU Perdagangan tetap kuat meski sedikit melambat dengan mencatatkan pertumbuhan 7,02 persen (yoy) sejalan dengan peningkatan penjualan ritel dan kendaraan bermotor.

"Tapi pertumbuhan ekonomi Lampung yang lebih tinggi pada triwulan IV 2024 tertahan oleh kinerja LU Konstruksi yang terkontraksi sebesar 3,38 persen (yoy) seiring berkurangnya jumlah pembangunan proyek benilai besar," papar Junanto.

3. Risiko sektor eksternal perlu diwaspadai 2025

Ilustrasi Resiko. Pixabay/OleksandrPidvalnyi
Ilustrasi Resiko. Pixabay/OleksandrPidvalnyi

Bank Indonesia memandang kinerja perekonomian Lampung yang positif akan terus berlanjut, meski risiko sektor eksternal perlu diwaspadai. Ditanya pertumbuhan ekonomi Lampung 2025, Junanto memperkirakan meningkat kisaran 4,6 persen sampai 5,3 persen.

"Perkiraan itu apabila didukung oleh permintaan domestik, utamanya berlanjutnya pertumbuhan konsumsi dan meningkatnya aktivitas investasi pasca puncak pemilihan umum," terangnya.

Sementara kinerja ekspor imbuhnya, diperkirakan tetap kuat meski sedikit termoderasi sebagai dampak prospek ekonomi global yang belum kuat dan harga komoditas yang menurun.

4. Tiga hal perlu jadi perhatian

ilustrasi diskusi (unsplash.com/Dylan Gillis)
ilustrasi diskusi (unsplash.com/Dylan Gillis)

Junanto mengatakan, dalam rangka menjaga prospek pertumbuhan yang lebih baik, setidaknya terdapat tiga hal yang perlu menjadi perhatian ke depan:

pertama, peningkatan produktivitas sisi hulu dan mitigasi dampak perubahan iklim
terhadap sektor primer;

kedua, penguatan hilirisasi berbasis komoditas unggulan yang berkelanjutan;

dan ketiga, penguatan kinerja net ekspor melalui peningkatan daya saing
komoditas unggulan, diversifikasi produk industri pengolahan dan perluasan negara tujuan ekspor. 

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Lampung

See More