Tolak Kotak Kosong, PDIP Lampung: Rekom Cagub-Cawagub di Last Minute

- DPD PDI Perjuangan Lampung menolak kehadiran lawan kotak kosong di Pilkada 2024 Lampung
- Kehadiran calon gubernur dan wakil gubernur usungan PDI Perjuangan dipastikan hadir di menit-menit akhir
- PDI Perjuangan tidak kekurangan kader dari internal partai, seperti Umar Ahmad, Yanuar Irawan, dan Mukhlis Basri
Bandar Lampung, IDN Times - DPD PDI Perjuangan Lampung menegaskan tidak menghendaki kehadiran lawan kotak kosong di Pilkada 2024 Lampung. Calon usungan PDI Perjuangan tersebut artinya bakal menantang kemungkinan satu-satunya paslon Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Lampung, Sutono mengatakan, pihaknya memastikan rekomendasi calon gubernur dan calon wakil gubernur dari PDIP bakal hadir di menit-menit akhir.
"PDI rekomnya di last minute, mungkin ada pertimbangan teknis, politisi, dan lain-lainnya," ujarnya dikonfirmasi, Selasa (27/8/2024).
1. Kotak kosong cederai demokrasi

Sutono menegaskan, kehadiran calon gubernur dan wakil gubernur usungan PDI Perjuangan tersebut sekaligus menegaskan pihaknya menolak keras kehadiran kotak kosong di Pilkada Lampung karena dinilai bisa mencederai makna demokrasi.
"Kalau PDI prinsipnya membuat demokrasi yang utuh, bukan demokrasi yang dikondisikan atau dimanipulasi. Itu kalau kata ketua umum, makanya kami juga sudah mengutus calon-calon di kabupaten," ucapnya.
2. Pastikan PDI Perjuangan tak kekurangan kader potensial

Lebih lanjut Sutono menyampaikan, sosok paslon PDI Perjuangan tersebut masih digodok oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Selain itu, ia turut menegaskan PDI Perjuangan tidak kekurangan sosok kader dari internal pantai.
Misalnya, mantan Bupati Tulang Bawang Barat Umar Ahmad yang telah mengantongi surat tugas Pilkada, anggota DPRD Provinsi Lampung Yanuar Irawan, hingga Anggota DPR RI sekaligus mantan Bupati Lampung Barat dua periode Mukhlis Basri.
"Kader PDI ada banyak yang siap, ini yang sedang digodok DPP dicocokan mana yang pas," ujarnya.
3. Tanggapi santai isu duet Ridho Ficardo - Sutono

Ihwal isu PDI Perjuangan bakal mengusung mantan Gubernur Lampung M Ridho Ficardo diduetkan bersama dirinya, Sutono tak menampik telah mendengar kabar tersebut. Kendati itu dipastikan masih sebatas isu belum bulat keputusan DPP.
Meski demikian, seluruh kader di Lampung dipastikan bakal tegak lurus dengan keputusan DPP tatkala Ketum Megawati Soekarnoputri telah mengumumkan bakal calon di Lampung, sekalipun dari eksternal partai.
"Namanya isu ya boleh-boleh saja diduetkan dengan siapapun, tapi yang pasti kalau sudah ditunjuk, maka kader harus siap begitu perinsp di PDI," tandas Sutono.



















