Tingkatkan Daya Saing SDM, Pringsewu Buat Program Magang ke Jepang

- Bupati Pringsewu sebut pemagangan sebagai investasi jangka panjang SDM
- Program diarahkan untuk menekan angka pengangguran, mengurangi kemiskinan, serta mendorong peningkatan perekonomian masyarakat.
- Bupati Pringsewu meninjau proses pembuatan paspor bagi peserta pemagangan ke Jepang sebagai bentuk dukungan langsung.
- Ratusan pendaftar ikuti seleksi Program Pemagangan ke Jepang 2025
- Jumlah pendaftar tercatat sebanyak 164 orang, dengan 59 orang dinyatakan lulus setelah melalui tahapan seleksi.
- Seluruh peserta yang lulus tengah mengikuti proses pembuatan paspor secara
Pringsewu, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Pringsewu melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tujuannya, agar mampu bersaing di dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Salah satu langkah strategis dilakukan adalah melalui pelaksanaan Program Pemagangan ke Jepang Tahun 2025, menjadi bagian dari kebijakan pengembangan ketenagakerjaan daerah.
Program ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dengan International Manpower Development Organization (IM Japan) dan dilaksanakan di Kabupaten Pringsewu. Pelaksanaan program tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah “Pringsewu Makmur” mencakup nilai mandiri, aman, kondusif, maju, unggul, dan religius.
1. Bupati Pringsewu sebut pemagangan sebagai investasi jangka panjang SDM

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas, menyampaikan, Program Pemagangan ke Jepang menjadi salah satu inovasi penting dalam pengembangan ketenagakerjaan di daerah. Program ini diarahkan untuk menekan angka pengangguran, mengurangi kemiskinan, serta mendorong peningkatan perekonomian masyarakat.
“Program ini bukan sekadar pelatihan kerja, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan SDM Pringsewu agar mampu bersaing di pasar kerja global,” ujar dia.
Sebagai bentuk dukungan langsung, Bupati Pringsewu meninjau proses pembuatan paspor bagi peserta pemagangan ke Jepang yang dilaksanakan di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pringsewu, Komplek Perkantoran Pemkab Pringsewu.
2. Ratusan pendaftar ikuti seleksi Program Pemagangan ke Jepang 2025

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pringsewu, jumlah pendaftar Program Pemagangan ke Jepang Tahun 2025 tercatat sebanyak 164 orang. Dari jumlah tersebut, 85 orang berasal dari Kabupaten Pringsewu, sementara 79 orang lainnya berasal dari luar daerah.
Setelah melalui rangkaian tahapan seleksi, sebanyak 59 orang dinyatakan lulus. Rinciannya, 39 peserta merupakan warga Kabupaten Pringsewu dan 20 peserta berasal dari luar Pringsewu.
Saat ini, seluruh peserta yang lulus seleksi tengah mengikuti proses pembuatan paspor secara kolektif di Kabupaten Pringsewu. Proses tersebut dilaksanakan melalui kerja sama antara Disnakertrans Kabupaten Pringsewu dengan Kantor Imigrasi Kelas I Bandar Lampung, mengingat kepemilikan paspor merupakan salah satu syarat wajib untuk mengikuti pelatihan daerah dan pelatihan pusat.
3. Tahapan pelatihan dan manfaat Program Pemagangan ke Jepang

Pelatihan Daerah Program Pemagangan ke Jepang direncanakan akan dimulai pada 19 Januari 2026 (estimasi) dan bertempat di Rusunawa Pemda Pringsewu. Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih 2 bulan 10 hari.
Sementara itu, pelatihan pusat akan dilaksanakan di Gedung Pelatihan Pemagangan Bekasi, dengan jadwal masih menunggu penetapan resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Program Pemagangan ke Jepang telah dilaksanakan sejak 1993 dan hingga kini telah menghasilkan lebih dari 45.000 alumni di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis (hard skill) serta kompetensi nonteknis (soft skill), seperti etos kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kerja khas masyarakat Jepang.
Selain peningkatan kompetensi, peserta pemagangan juga memperoleh insentif atau upah layaknya pekerja dengan kisaran Rp13 juta hingga Rp25 juta per bulan, tergantung pada perusahaan tempat peserta melaksanakan magang di Jepang. Pemerintah Kabupaten Pringsewu berharap para peserta yang mengikuti program ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat ketika kembali ke daerah.

















