Comscore Tracker

Cerita Penjual Cupang di Lampung, Raup Cuan Rp2 Juta per Posting Medsos

Bisnis "angin segar" di tengah pandemik

Bandar Lampung, IDN Times - Fenomena lama yang kembali muncul saat pandemik COVID-19 melanda. Adalah berburu ikan cupang dan tanaman hias. Tak hanya sekadar hobi saja, popularitas ikan cupang dan tenaman hias membawa untung yang melimpah bagi para penjualnya.

Yuk simak keseruan para pemburu tanaman hias dan ikan cupang serta perolehan untuk yang didapat dari penjualnya.

1. Omzet satu hari mencapai 2 juta

Cerita Penjual Cupang di Lampung, Raup Cuan Rp2 Juta per Posting MedsosIkan cupang koi multicolor (Sindonews)

Aidan, adalah pebisnis sekaligus peternak ikan cupang jenis koi multi color. Sejak memberanikan diri untuk beternak ikan cupang, Aidan meraup omzet yang tak tanggung-tanggung. Dalam satu kali posting di media sosial dia bisa mengantongi uang 2 juta rupiah dari hasil penjualannya. Seminggu rata-rata ia mempromosikan via medsoa dua sampai tiga kali.

Bisnis ternak ikan cupang ini dia lakoni sejak April 2019. Awalnya dia adalah penjual ikan cupang yang mengambil dari orang lain, namun lama-lama dia mulai belajar sendiri untuk beternak. Saat ini lahan kolamnya sudah cukup luas bahkan dia berencana untuk memperluas lagi.

2. Kejar pasar ekspor

Cerita Penjual Cupang di Lampung, Raup Cuan Rp2 Juta per Posting Medsosproses budidaya ikan cupang (IDN Times/Istimewa)

Sebelum pandemik, Aidan sempat memasarkan ikannya ke luar negeri. Namun sejak pandemik ini terhambat karena banyak negara yang lockdown. Akhirnya dia hanya fokus memasarkan secara lokal. Itu pun tetap meraup untung yang besar.  

“Hampir seluruh Indonesia udah pernah semua, kalau luar negeri kecuali Afrika udah semua juga order ke saya. Gak pernah rugi si karena kan saya ternak sendiri. Sekarang saya mau bangun rumah sama perluas kolam. Ini semua murni dari hasil jualan cupang,” ujarnya.

Baca Juga: Kala Millennial Lampung Tertarik Bisnis Sayuran Hidroponik

3. Masa sulit beternak cupang

Cerita Penjual Cupang di Lampung, Raup Cuan Rp2 Juta per Posting MedsosPemberian makan pada ikan cupang (IDN Times/Istimewa)

Menurut Aidan, dalam memilihara cupang membutuhkan kesabaran dan semangat yang besar. Sebab pada usia satu bulan, adalah masa rawan ikan cupang. Perawatan dan jenis makannya harus benar-benar diperhatikan.

Tapi kalau sudah lewat usia itu sudah biasa saja karena sudah bisa diberi makan pelet atau jenis makanan ikan lain. Menurutnya dalam waktu tiga bulan ikan sudah bisa dipasarkan tapi bergantung pada jenis ikannya. Karena ikan koi multicolor ini membutuhkan mutasi untuk memecahkan warna pada kulit ikan.

“Karena usia satu bulan itu rawan banget. Makannya banyak yang mati di usia segitu karena salah kasih makan. Terus kalau ikan koi multi color ini saya harus menunggu dulu untuk mecahin warnanya. Jadi kalau sudah besar warnanya bisa berubah,” jelasnya.

4. Harga ikan cupang

Cerita Penjual Cupang di Lampung, Raup Cuan Rp2 Juta per Posting MedsosIDN Times/Istimewa

Menurut Aidan, sejak adanya pandemik ini peminat ikan cupang memang meningkat terlebih banyak media yang mengangkat sehingga orang berlomba-lomba untuk memiliki ikan hias tersebut.

Harga ikan cupang yang di jual Aidan juga cukup variatif, bergantung pada kondisi ikannya. Menurutnya dalam satu kolam tidak mungkin semua bagus, ada saja yang harus disortir dan tidak layak untuk dipasarkan. “Harga yang Rp25  ribu juga ada. Itu sortiran yang nggak layak posting. Sampe harga yang Rp1 juta juga ada,” jelasnya.

5. Hasil tukar menukar tanaman hias

Cerita Penjual Cupang di Lampung, Raup Cuan Rp2 Juta per Posting MedsosKornella Restianti penghobis tanaman hias (IDN Times/Istimewa)

Selain ikan cupang fenomena unik yang kembali muncul di tengah pandemik ini adalah mengumpulkan tanaman hias. Uniknya, para penghobis tanaman hias ini saling menukar tanamannya untuk menambah koleksi. Bahkan salah satu penghobis Kornella Restianti warga Kedamaian Bandar Lampung mengaku sering diberi oleh teman-temannya.

“Kadang sengaja mau beli tapi malah banyak di kasih. Jadi saya suka posting di media sosial gitu terus nanti pada nawarin mau ngasih. Sekarang udah banyak si koleksinya karena saya juga hobi koleksi tanaman yang unik-unik,”ujarnya.

Namun meski sering diberi, Nella juga sering kalap saat membeli tanaman hias. Harga tanaman yang dibeli mulai dari Rp500 ribu sampai harga Rp3 juta. Menurutnya, tanaman adalah ajang refreshing yang bisa menenangkan pikiran serta mengisi waktu luang.

Selain itu, untuk merawat tanaman menurutnya harus memiliki niat dan ilmunya. Sebab dari awal memindahkan tanaman ke pot itu tidak boleh sembarangan. Kemudian saat mencabut tanaman juga harus ekstra hati-hati, supaya tanaman tidak mati.

“Bunga itu kan sensitive ya, jalau harus hati-hati banuak baca-baca di google cara perawatannya terus nanya-nanya juga. Terus kalau misal mau minta itu harus izin dulu jangan asal cabut karena nanti bisa mati kalau kalau nyabutnya asal-asalan,” terangnya.

Baca Juga: Berinovasi di Tengah Pandemik, Siswanto Bikin Sepeda dari Bambu

Topic:

  • Silviana
  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya